Keberadaan Papan Digital Interaktif Membantu Guru di Wilayah 3 T

  • 05 Jul 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Keberadaan papan digital interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) membantu guru dalam menerangkan mata pelajaran ke siswa
  • 2. Kegiatan belajar saat ini harus beradaptasi dengan digital
  • 3. Keberadaan IFP membantu siswa untuk memahami pelajaran

RRI.CO.ID, Jakarta- Keberadaan papan digital interaktif atau teknologi layar sentuh pintar memberikan kemudahan bagi guru dalam mengajar. Kegiatan belajar di kelas menjadi lebih menarik dengan adanya papan digital interaktif.

Guru Sejarah di SMA Negeri 1 Bintan Pesisir, Kepulauan Riau, Nurjaman mengatakan papan digital interaktif membantu guru untuk memvisualisasikan materi pelajaran. Apalagi buku untuk di wilayahnya sangat terbatas.

“Tentu sangat meringankan ya apalagi untuk kami sekolah di pulau. Sangat membantu kami untuk menjelaskan memvisualisasikan materi yang kami ajarkan karena memang di kami buku terbatas,” kata Nurjaman, saat dihubungi oleh RRI.CO.ID, Minggu, 5 Juli 2026.

Nurjaman menyebut selain guru, Interactive Flat Panel (IFP) atau papan digital interaktif memberikan dampak positif untuk siswa. Ia menyebut siswa lebih aktif di kelas karena siswa diharuskan untuk aktif.

“Alat ini membantu siswa lebih fokus terhadap materi pembelajaran dan IFP. Seain menjadi proyektor, juga menjadi alat interaksi,” ujarnya.

“Untuk mendapatkan respon siswa maka siswa pun bisa langsung berinteraksi menulis, menggambar, mengecilkan, mengedit. Sehingga itu sangat membantu terkait dengan pembelajaran di sekolah kami,” ujar Nurjaman menjelaskan.

Nurjaman berharap agar pemerintah pusat menambah IFP apalagi sekolah berada di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Ada tiga layar IFP di ruang kelas yang aktif dipakai dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kalau bisa ya ditambah lagi, kebetulan di kami ada tiga, kalau ada rencana opsi pengadaan kembali saya tidak tahu. Tapi semoga sih dapat lagi agar pembelajaran menjadi lebih interaktif lagi, dimanfaatkan oleh guru-guru dan sangat membantu siswa,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), M Qodari menjelaskan metode pembelajaran dieral digital telah berubah. Kegiatan belajar difokuskan pada konten visual, interaktif dan berbasis data.

Oleh sebab itu, Presiden Prabowo Subianto ‘getol’ agar kegiatan belajar di kelas lebih adaptif dengan era digital. Presiden Prabowo menyalurkan bantuan di antaranya adalah IFP.

“Ini terbukti meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik secara signifikan. Program digitalisasi pembelajaran terus menunjukkan kemajuan signifikan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.” kata Qodari dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis 2 Juli 2026.

Qodari menjelaskan berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebanyak 288.865 sekolah telah menerima IFP pada 2025. Selanjutnya, hingga akhir Juni 2026, IFP telah menjangkau ratusan ribu satuan pendidikan di Tanah Air.

Pemerintah juga memperkuat akses internet terutama untuk wilayah 3T, kemudian memperluas akses listrik. Ia berharap dengan jaringan internet dan listrik yang lebih kuat, pendidikan akan semakin maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....