Penguatan Perempuan dan UMKM Kunci Penggerak Ekonomi Daerah
- 05 Jul 2026 18:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sri Meliyana mengatakan pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada investasi dan infrastruktur
- Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana Bursah mendorong penguatan kapasitas perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
- Ini sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan
RRI.CO.ID, Medan - Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana Bursah mendorong penguatan kapasitas perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Sri Meliyana mengatakan pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada investasi dan infrastruktur. Tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi produktif mulai dari tingkat keluarga.
"Perempuan memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Ketika kapasitas perempuan meningkat, dampaknya akan menjalar pada produktivitas keluarga hingga penguatan ekonomi daerah," kata Sri Meliyana, Minggu, 5 Juli 2026.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu diarahkan melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi agar mampu mendorong produktivitas ekonomi. Ia menilai perempuan memiliki potensi besar menjadi penggerak UMKM berbasis sumber daya lokal yang dapat menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
"Ekonomi yang kuat membutuhkan manusia yang sehat dan produktif. Karena itu, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan sumber daya manusia," ujarnya.
Sri juga mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan organisasi perempuan, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi. Ini gar program pemberdayaan menghasilkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Women Program bertema "Penguatan Peran Perempuan dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah". Ini yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Sri yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat menilai penguatan perempuan dan UMKM perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif. "Jika perempuan semakin sehat, berpengetahuan, produktif, dan memiliki akses terhadap kegiatan ekonomi, maka keluarga akan semakin kuat, dari keluarga yang kuat itulah ekonomi daerah dapat tumbuh lebih berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang Jelita Siregar mengatakan pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah. "Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari keterlibatan aktif kaum perempuan, penguatan kapasitas ini perlu didukung melalui strategi bersama antardaerah," katanya.
Pada kesempatan yang sama, pendiri Langgam Batik Rafika Johani menilai UMKM yang dikelola perempuan memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi daerah. Apabila mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar.
Di sisi lain, Direktur Commercial Banking Bank Tabungan Negara (BTN) Hermita mengatakan peluang pembiayaan bagi UMKM dengan prospek usaha yang baik tetap terbuka. Namun, pelaku usaha perlu terus meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis serta memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi untuk memanfaatkan hasil riset dan inovasi teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....