Yemima Sitanggang Dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026

  • 04 Jul 2026 01:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • POI 2026 menghadirkan inovasi retret bela negara bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
  • Yemima Mutiara Caren Sitanggang dari Deli Serdang terpilih sebagai Putri Otonomi Indonesia 2026.
  • Ajang POI menitikberatkan pembentukan duta promosi daerah, bukan sekadar kontes kecantikan.

RRI.CO.ID, Lubuk Pakam - Perwakilan Kabupaten Deli Serdang, Yemima Mutiara Caren Sitanggang, dinobatkan sebagai Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 pada malam puncak Grand Final POI di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Kamis, 2 Juli 2026 malam. Kemenangan wakil tuan rumah itu menandai berakhirnya rangkaian seleksi yang diikuti 20 finalis dari berbagai daerah di Indonesia.

Mahkota Putri Otonomi Indonesia 2026 disematkan oleh Putri Otonomi Indonesia 2025, Salsa Melania Aquina, asal Kabupaten Ogan Ilir. Posisi Runner Up I diraih Annabelle Maliangkay dari Kabupaten Minahasa Utara, Runner Up II Syifa Nada Ashila Sulhi dari Kabupaten Jember, dan Runner Up III Cinta Kasih Sayang Celena dari Kota Tangerang Selatan.

Usai dinobatkan, Yemima menyampaikan apresiasi kepada keluarga, dewan juri, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, dan masyarakat yang telah mendukungnya selama mengikuti kompetisi.

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang mengatakan pemilihan Putri Otonomi Indonesia tidak semata-mata menitikberatkan pada penampilan. Namun, diarahkan untuk membentuk figur muda yang mampu menjadi duta promosi daerah.

"Kami ingin para alumni dan pemenang menjadi garda terdepan sebagai duta promosi daerah. Kualitas kompetisi ini terus kami tingkatkan dari tahun ke tahun," kata Sarman.

Sebanyak 20 finalis menjalani masa karantina sejak 27 Juni 2026 di Deli Serdang. Tahun ini, Apkasi memperkenalkan program baru melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan berupa retret bela negara selama dua hari. Selain itu, para peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, public speaking, personal branding, dan pemetaan potensi pariwisata daerah.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri atas dr. Reisa Broto Asmoro, Hermita selaku Direktur Komersial BTN, Frista Yumi Amarta (Putri Indonesia 2025 sekaligus alumni Putri Otonomi Daerah 2023), Raphaella Chayla Shaka (Putri Otonomi Indonesia 2024), dan Femi Indriani Dalimunte dari Politeknik Pariwisata Medan.

Pemilihan Putri Otonomi Indonesia merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Apkasi yang digelar di Deli Serdang pada 1–2 Juli 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 230 bupati dan wakil bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi daerah, sekaligus mendukung pembangunan nasional.

"Generasi muda harus peka melihat isu daerah, mengeksplorasi sektor unggulan, serta menjadi pemantik agar potensi investasi dan pariwisata daerah semakin dikenal," ujarnya.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menyebut penyelenggaraan HUT Apkasi dan Grand Final Putri Otonomi Indonesia memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Terutama, melalui meningkatnya aktivitas kunjungan selama acara berlangsung.

Pada penutupan acara, Apkasi menetapkan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai tuan rumah HUT ke-27 Apkasi sekaligus Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2027. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis bendera pataka Apkasi dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kepada Pemerintah Kabupaten Belitung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....