Angin Kencang jadi Tantangan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin
- 03 Jul 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Kebakaran TPA Jatiwaringin meluas seluas 15 hektar dari total 33 hektar dengan pemadaman masih berlangsung dan menghadapi tantangan angin kencang.
- 2. Sampah yang terbakar mengandung gas metana berbahaya yang dapat menimbulkan ledakan besar serta partikel asap dengan diameter 2,5 mm yang menyebabkan risiko kesehatan.
- 3. Pemadaman dilakukan melalui koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Tangerang dengan metode darat dan udara termasuk water bombing menggunakan helikopter.
RRI.CO.ID, Jakarta- Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten masih berlangsung. Tim menghadapi sejumlah tantangan seperti angin yang bertiup kencang dan berpotensi akan membuat titik kebakaran semakin meluas.
“Angin bertiup dengan kencang, sangat panas. Ini tantangan yang dihadapi dan itu tidak mudah,” kata Deputi bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Jumat, 3 Juli 2026.
Ridho menjelaskan kebakaran TPA memiliki karateristik sama dengan lahan gambut, yang terbakar pada bagian dalam sehingga pendinginan membutuhkan waktu lama. Biasanya pada lahan gambut yang terbakar, bagian atas lahan ,dapat dipadamkan namun bagian dalam tidak langsung padam.
Selain itu, kebakaran sampah memiliki risiko yang tinggi dibandingkan kebakaran lainnya. Ia mencontohkan, sampah mengandung gas metana yang dapat menimbulkan ledakan yang besar.
“Sampah disana mengandung komponen berbagai zat dan menimbulkan gas berbahaya kalau terhirup. Disamping itu, mengingat tingginya sampah 30 meter maka berpotensi longsor,” ujarnya menerangkan.
Selain itu, partikel asap yang berhaya dengan diameter sangat kecil 2, 5 mm sehingga petugas harus dilengkapi dengan alat. Kelengkapan alat untuk petugas karena kualitas udara tidak bagus untuk kesehatan.
Pihaknya optimistis penanganan yang melibatkan kementerian dan pemerintah daerah maka kebakaran dapat ditanggulangi. Ia menyebut luas lahan terbakar adalah 15 hektar dari 33 hektar namun pihaknya akan melakukan pengecekan ulang terkait luasan lahan yang terbakar.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Tangerang. Pak Bupati membentuk tim khusus penanganan darurat kebakaran di TPA Jatiwaringin,” katanya menegaskan.
Pemadaman dilakukan dengan berbagai cara baik dari darat maupun udara. Untuk pemadaman melalui udara dengan water bombing yang diangkut oleh helikopter dengan menjatuhkan air dari udara ke lokasi kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....