Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa Sekolah Rakyat
- 31 Jul 2026 17:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemensos melibatkan 2.000 Taruna TNI-Polri sebagai kakak asuh siswa Sekolah Rakyat
- Pendampingan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026 di 178 titik Sekolah Rakyat
- Taruna membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan membangun karakter
- Program menanamkan disiplin positif, kemandirian, kepedulian sosial, dan cinta Indonesia
- Kemensos menggandeng TNI dan Polri untuk memperkuat pembinaan generasi muda
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) melibatkan 2.000 Taruna Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat. Pendampingan dilakukan di 178 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, para taruna akan menjadi kakak asuh bagi siswa selama lima hari pada 3-7 Agustus 2026. Program ini turut melibatkan 365 perwira pendamping.
"Ini adalah hal yang memang dibutuhkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Karena kepada para Taruna, siswa Sekolah Rakyat bisa belajar banyak terutama terkait bagaimana menumbuhkan kedisiplinan positif, tanggung jawab, dan kemandirian," kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis 2 Juli 2026.
Ia menegaskan, kehadiran taruna bukan untuk menggantikan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar. Para taruna akan membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan baru melalui pembinaan karakter.
Gus Ipul menjelaskan, taruna akan menjalankan peran sebagai kakak asuh, sahabat belajar, sekaligus teladan bagi siswa Sekolah Rakyat. Pendampingan diberikan melalui contoh perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
"Misal sebagai kakak asuh, mendampingi dan memberi contoh perilaku sehari-hari yang positif. Teladan karakter, menanamkan disiplin, kepedulian sosial, dan cinta Indonesia," ucapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Selain itu, siswa akan mendapat penguatan terkait kerja sama, keberanian mencoba, hingga kepedulian sosial.
Gus Ipul memastikan seluruh kegiatan menerapkan prinsip aman, tertib, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik siswa. Ia menyebut masa awal pembelajaran menjadi momentum penting bagi siswa untuk beradaptasi.
"Kita harapkan siswa Sekolah Rakyat nanti bisa lebih percaya diri, mengenal potensi, lebih disiplin secara positif dan bertanggung jawab. Mampu bekerja sama dan menghargai sesama, serta bangga menjadi anak Indonesia," ucapnya.
Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan atas dukungan terhadap program Sekolah Rakyat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk membangun generasi yang cerdas dan berkarakter.
"Terima kasih Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan yang memberikan kesempatan para taruna di Akademi Militer dan Akademi Kepolisian. Mereka akan memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....