DPR Soroti Dugaan Pelarangan Ibadah, Dorong Toleransi Berkelanjutan

  • 02 Jul 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dugaan pelarangan ibadah penghiburan di sebuah rumah duka di kawasan Cipayung, Kota Depok, mendapat perhatian Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut.

RRI.CO.ID, Depok - Dugaan pelarangan ibadah penghiburan di sebuah rumah duka di kawasan Cipayung, Kota Depok, mendapat perhatian Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut. Hillary meninjau langsung lokasi pada 1 Juli 2026 untuk memastikan hak warga dalam menjalankan ibadah tetap terlindungi.

Dalam peninjauan, Hillary berdialog dengan pemerintah setempat dan warga untuk mengklarifikasi dugaan pelarangan ibadah penghiburan di Cipayung. Hasil klarifikasi menunjukkan tidak ada larangan resmi, melainkan kesalahpahaman dan perbedaan persepsi yang memicu polemik antarwarga.

“Tidak ada larangan resmi, persoalan ini terjadi karena kesalahpahaman dan perbedaan persepsi yang harus segera diselesaikan. Dialog menjadi jalan terbaik agar hak beribadah tetap terlindungi dan kerukunan masyarakat terus terjaga,” kata Hillary Brigitta Lasut saat diwawancarai awak media di Kota Depok, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.

Melalui proses mediasi, kedua pihak akhirnya mencapai kesepahaman sehingga ibadah penghiburan keluarga yang berduka dapat kembali dilaksanakan. Kesepakatan itu mengakhiri kesalahpahaman sekaligus memastikan hak warga menjalankan ibadah tetap terlindungi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai negara, kita harus hadir memberikan rasa nyaman dan perlindungan kepada masyarakat. Ketika negara hadir sebagai tempat mengadu dan tempat berlindung, masyarakat tentunya akan merasa aman,” kata Hillary.

Ia menegaskan kebebasan beragama merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dijamin oleh pemerintah. Menurutnya, penanganan persoalan serupa tidak cukup dilakukan setelah konflik terjadi, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan.

Hillary mendorong pemerintah memperkuat edukasi kebebasan beragama melalui FKUB dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penguatan toleransi berkelanjutan penting mencegah kesalahpahaman serta menjaga kerukunan dan persatuan bangsa sejak dini.

“Saya berharap pemerintah hadir bukan hanya sebagai penindak, tetapi juga sebagai pencegah. Kita sebagai wakil rakyat juga berusaha hadir mencegah kejadian-kejadian yang sama ke depannya,” ujar Hillary.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....