UMKM Binaan Astra Tembus Pasar Ekspor, Omzet Petani Buah Naga Capai Rp11,9 Miliar
- 02 Jul 2026 18:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UMKM Binaan Astra Tembus Pasar Ekspor, Omzet Petani Buah Naga Capai Rp11,9 Miliar
- Pembinaan berkelanjutan juga mendorong kelompok tani meningkatkan produksi, kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran ke berbagai negara
RRI.CO.ID, Jakarta – Program pemberdayaan UMKM PT Astra International di Banyuwangi berhasil meningkatkan daya saing pelaku usaha hingga menembus pasar ekspor internasional. Pembinaan berkelanjutan juga mendorong kelompok tani meningkatkan produksi, kualitas produk, serta memperluas akses pemasaran ke berbagai negara.
Capaian tersebut berasal dari kelompok tani buah naga binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra di Desa Sumbermulyo. Melalui pendampingan Pusat Pengembangan UMKM, petani memperoleh penguatan kelembagaan, budidaya organik, akses pembiayaan serta pemasaran yang lebih luas.
Hasilnya, kelompok tani berhasil memperoleh sertifikasi budidaya organik. Produksi buah naga meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025.
Peningkatan produksi turut mendorong kenaikan omzet kelompok tani. Dari omzet Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar dalam kurun waktu yang sama.
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan Desa Sejahtera Astra membuktikan pelestarian budaya sejalan pemberdayaan masyarakat. "Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan," kata Boy dalam keterangannya yang diterima, Rabu 2 Juli 2026.
"Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari. Tetapi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," kata Boy menambahkan.
Hasil panen juga diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti sale buah naga dan buah naga dehidrasi. Produk tersebut kini dipasarkan di dalam negeri serta diekspor ke Singapura dan Hong Kong.
Keberhasilan serupa juga terlihat di Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren. Sejak mendapat pendampingan pada 2024, desa wisata berbasis budaya Osing itu berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Saat ini terdapat 40 pelaku usaha yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi. Kawasan tersebut juga didukung 50 homestay dengan total 92 kamar serta 40 anggota Pokdarwis yang mengelola aktivitas pariwisata.
Pengembangan sektor UMKM dan pariwisata berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Rata-rata pendapatan anggota Pokdarwis naik sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.
Selain memperkuat kewirausahaan, Astra juga menjalankan berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan. Serta, lingkungan sebagai bagian dari pengembangan desa secara terpadu.
Melalui program pembinaan UMKM dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, Astra menyatakan terus berkomitmen mendorong terciptanya lapangan kerja. Serta, peningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing desa di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....