Pertemuan RI-Belarus, Presiden: Kita Perkuat Kemitraan untuk Pembangunan Nasional

  • 02 Jul 2026 15:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo membuka peluang peningkatan investasi dan joint venture Indonesia-Belarus pada sektor manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri
  • Indonesia dan Belarus sepakat memperluas kemitraan ekonomi melalui penguatan industri, teknologi, modernisasi pertanian, dan rantai pasok.
  • Presiden Prabowo optimistis kerja sama industri dan perdagangan Indonesia-Belarus akan menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membuka peluang peningkatan investasi dan kerja sama industri antara Indonesia dan Belarus. Penguatan sektor industri menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Belarus Alexander Lukashenko tersebut.

Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Belarus memiliki peluang besar untuk memperluas kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara.

"Di bidang ekonomi kami sepakat untuk terus memperluas kemitraan. Untuk mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara," kata Presiden dalam pernyataan bersama kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Kepala Negara mengatakan kerja sama ke depan akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi. "Kedepan kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi," ujar Presiden.

Presiden menilai Belarus memiliki pengalaman dan kapasitas industri yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia. Karena itu, peluang investasi dan kolaborasi antarpelaku usaha perlu terus diperluas.

"Di bidang industri kami melihat peluang besar. Untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara," ujarnya.

Presiden menyebut sejumlah sektor yang berpotensi menjadi fokus kerja sama industri. "Khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri," ucap Presiden Prabowo.

Selain kerja sama industri, kedua negara juga membahas peningkatan hubungan perdagangan. Presiden mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement.

"Di bidang perdagangan kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," ujarnya.

Presiden optimistis penguatan kerja sama industri dan perdagangan akan membuka peluang ekonomi baru bagi kedua negara. Presiden berharap kemitraan tersebut mampu menciptakan manfaat konkret bagi dunia usaha dan masyarakat Indonesia maupun Belarus.

"Saya juga yakin momentum ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Dengan hasil nyata yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran kedua rakyat kita," kata Presiden.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....