DKPP Ingatkan Media Arus Utama Jaga Ruang Digital dari Informasi Hoaks

  • 02 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito mengingatkan media massa untuk menjaga informasi di ruang digital
  • Ketua DKPP Heddy Lugito meminta media massa jaga kredibilitas informasi di ruang digital

RRI.CO.ID, Bogor - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Heddy Lugito mengatakan, media arus utama harus menjadi rujukan dalam kebenaran informasi. Menurutnya, hal ini penting ditengah perkembangan teknologi digital saat ini.

Ia menuturkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadikan penyebaran informasi di ruang digital begitu deras. Hal ini mengakibatkan banyaknya informasi di ruang digital yang beredar di tengah masyarakat, belum dapat dipastikan kebenarannya.

Untuk itu Heddy menegaskan, bahwa media arus utama memiliki peranan strategis dalam menjaga kualitas informasi publik. Sehingga informasi di ruang digital yang dianggap benar oleh masyarakat, dapat klarifikasi dengan berita yang sesungguhnya.

"Di era media sosial seperti sekarang, informasi datang setiap detik. Banyak yang sebenarnya masih berupa isu, bahkan hoaks," kata Heddy dalam pembukaan diskusi media bertajuk 'Pemberitaan DKPP melalui kemitraan strategis humas dan media massa', Bogor, Jawa Barat, 1 Juli 2026.

"Namun publik sering kali menganggap apa yang muncul di internet sebagai kebenaran. Di sinilah tugas jurnalis melakukan penjernihan informasi melalui proses verifikasi dan klarifikasi,".

Menurutnya, dalam menjaga kebenaran informasi di ruang digital, media arus utama tidak boleh kehilangan fungsi utamanya. Sebagai mantan wartawan, Heddy menyebut tugas utama media massa, yakni menyaring informasi yang kredibel.

Heddy menuturkan, fungsi utama media massa juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan agar informasi yang diberikan kepada publik, harus merujuk dengan verifikasi untuk kepentingan masyarakat.

"Jangan sampai media mainstream justru larut mengikuti isu yang berkembang di media sosial. Media harus tetap menjadi rujukan publik karena bekerja berdasarkan fakta, verifikasi, dan kepentingan masyarakat," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....