Bina Marga Targetkan Kondisi Mantap Jalan Nasional Capai 97 Persen pada 2027
- 01 Jul 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bina Marga menargetkan kondisi mantap Jalan Nasional mencapai 97 persen pada 2027 sebagai bagian sasaran RPJMN untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah
- Target 2027 juga mencakup waktu tempuh jaringan jalan nasional 1,80 jam per 100 kilometer, aksesibilitas daerah tertinggal 2,67 kilometer per 100 kilometer persegi, serta pembangunan jalan perkotaan dan jalan tol
- Program Bina Marga dalam Renstra 2025-2029 difokuskan pada peningkatan kinerja pelayanan infrastruktur konektivitas jalan melalui indikator aksesibilitas, kondisi jalan, keselamatan, dan waktu tempuh
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menargetkan kondisi mantap Jalan Nasional mencapai 97 persen pada 2027. Target tersebut menjadi bagian pelaksanaan RPJMN 2025-2029 untuk memperkuat konektivitas jalan nasional dan akses wilayah tertinggal.
“Mengacu pada RPJMN 2025-2019, muatan pokok kegiatan prioritas KP Utama yang didukung oleh Dirjen Bina Marga adalah meningkatnya kolektivitas jalan pada jalur utama dan aksesibilitas daerah tertinggal dan perbatasan,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Roy mengatakan waktu tempuh pada jaringan jalan nasional ditargetkan mencapai 1,80 jam per 100 kilometer. Selain itu, tingkat aksesibilitas jalan daerah tertinggal dan perbatasan ditargetkan mencapai 2,67 kilometer per 100 kilometer persegi.
Ia menjelaskan kondisi mantap Jalan Provinsi ditargetkan mencapai 73 persen pada tahun 2027. Sementara kondisi mantap Jalan Kabupaten ditargetkan 61 persen dan Jalan Kota sebesar 83,60 persen.
Roy menyampaikan pembangunan infrastruktur jalan perkotaan ditargetkan mencapai 113 kilometer secara kumulatif pada 2027. Adapun panjang jalan tol beroperasi ditargetkan mencapai 2.353 kilometer secara kumulatif melalui investasi dan dukungan APBN.
Pembangunan jalan tol juga dilakukan melalui investasi untuk mempercepat pencapaian target waktu tempuh nasional. “Target waktu tempuh dan jalan tol beroperasi dicapai melalui pembangunan jalan tol yang dilaksanakan melalui investasi dan dukungan jalan tol melalui APBN,” kata Roy.
Roy menegaskan program Bina Marga diarahkan meningkatkan pelayanan infrastruktur konektivitas jalan sesuai rencana strategis 2025-2029. Indikator utamanya mencakup peningkatan aksesibilitas, kondisi jalan, keselamatan, serta efisiensi waktu tempuh jaringan nasional.
“Sesuai renstra Dirjen Bina Marga tahun 2025-2029, BINAMARGA mengampu program infrastruktur konektivitas. Dengan sasaran strategis meningkatnya kinerja pelayanan infrastruktur konektivitas jalan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....