Polri Kembangkan Rantai Pasok Pangan Mandiri Nasional

  • 01 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri mengembangkan rantai pasok pangan mandiri melalui greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, ayam, serta gudang sentral bahan pakan.
  • Bersama Kementerian Pertanian dan 30.548 kelompok tani, Polri mendorong penanaman jagung berkelanjutan yang menghasilkan 5,7 juta ton hingga kuartal II 2026 serta mengembangkan sentra bawang putih di NTB.
  • Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk petani, peternak, nelayan, dan koperasi, untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal.

RRI.CO.ID, Bogor - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri terus mengembangkan sumber pangan atau rantai pasok pangan mandiri. Pengembangan tersebut dilakukan melalui greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta gudang sentral bahan pakan.

"Polri juga terus mengembangkan sumber pangan atau rantai pasok pangan mandiri. Seperti greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta gudang sentral bahan pakan," ujar Kapolri di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.

Kapolri mengatakan Polri bersama Kementerian Pertanian, pemangku kepentingan terkait, dan 30.548 kelompok tani terus mendorong penanaman jagung secara berkelanjutan. Program tersebut memanfaatkan potensi lahan seluas 1,37 juta hektare.

Sejak 2025 hingga kuartal II 2026, panen raya jagung telah menghasilkan produksi mencapai 5,7 juta ton. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Polri bersama berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare. Puji syukur sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton," ucap Kapolri.

Polri juga memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk mengembangkan komoditas bawang putih. Penanaman dilakukan pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.

Selain itu, Polri memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus. Polri juga membangun 29 gudang ketahanan pangan sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan.

"Polri juga memfasilitasi 30 Poktan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih. Melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektar dengan hasil panen mencapai 18.960 ton,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal.

"Melalui langkah tersebut, Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi. Sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal," kata Kapolri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....