Polri Dukung Swasembada Pangan dan Energi Nasional
- 01 Jul 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri berkomitmen mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Dalam mendukung swasembada pangan, Polri mengembangkan lahan produktif, memfasilitasi KUR petani, mendukung 30.548 kelompok tani, serta mencatat produksi jagung 5,7 juta ton hingga kuartal II 2026.
- Pada sektor energi, Polri mendorong efisiensi energi, memanfaatkan CNG, serta mengungkap 464 tindak pidana migas sepanjang 2026 dengan estimasi penyelamatan kerugian negara lebih dari Rp756 miliar.
RRI.CO.ID, Bogor - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri berkomitmen mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Kapolri mengatakan komitmen itu merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi. Menurutnya, Polri mendukung kebijakan pemerintah demi menjaga stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa.
"Menghadapi tantangan tersebut, Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi. Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa," ujar Kapolri di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.
Dalam mewujudkan swasembada pangan, Polri melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif dan pekarangan pangan bergizi. Polri juga mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.
"Polri terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi. Mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi KUR bagi para petani," kata Kapolri.
Kapolri mengatakan Polri bersama Kementerian Pertanian, pemangku kepentingan terkait, dan 30.548 kelompok tani terus mendorong penanaman jagung secara berkelanjutan. Program tersebut memanfaatkan potensi lahan seluas 1,37 juta hektare.
Sejak 2025 hingga kuartal II 2026, panen raya jagung telah menghasilkan produksi mencapai 5,7 juta ton. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Polri bersama berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare. Puji syukur sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton," ucap Kapolri.
Polri juga memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk mengembangkan komoditas bawang putih. Penanaman dilakukan pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
Selain itu, Polri memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus. Polri juga membangun 29 gudang ketahanan pangan sebagai bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan.
"Polri juga memfasilitasi 30 Poktan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih. Melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektar dengan hasil panen mencapai 18.960 ton,” ujar Kapolri.
Pada sektor energi, Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor dan pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri. Polri juga melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana migas secara profesional dan berkeadilan.
"Guna mewujudkan swasembada energi, Polri berkontribusi melalui penghematan penggunaan energi di lingkungan kantor, pemanfaatan CNG pada 50 SPPG Polri. Serta penegakan hukum terhadap tindak pidana migas secara profesional dan berkeadilan," kata Kapolri.
Sepanjang 2026, Polri mengungkap 464 tindak pidana bidang energi dengan menetapkan 594 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi 669.000 liter solar, 80.000 liter pertalite, serta 30.000 unit LPG berbagai ukuran dengan estimasi penyelamatan kerugian keuangan negara lebih dari Rp756 miliar.
"Kami telah mengungkap 464 tindak pidana bidang energi, menetapkan 594 tersangka. Serta menyita berbagai barang bukti seperti 669.000 liter solar, 80.000 liter pertalite, hingga 30.000 unit LPG," ucap Kapolri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....