Komdigi-Meta Sepakat Bentuk Tim guna Berantas Spam Komentar Judol

  • 30 Jun 2026 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Meta Platform sepakat bentuk tim guna hadapi komentar spam. Pembentukan tim ini bertugas mengatasi komentar negatif dan judi online.
  • Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan spam komentar yang berisi materi promosi judi online (judol) paling banyak ditemukan pada akun-akun media sosial pemengaruh (influencer) daerah yang memiliki interaksi tinggi.
  • Hasil pemantauan pemerintah juga menunjukkan bahwa sebagian besar serangan spam komentar judol dilakukan menggunakan akun-akun yang sifatnya bodong atau dioperasikan oleh mesin maupun bot.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Meta Platform sepakat bentuk tim guna hadapi komentar spam. Pembentukan tim ini bertugas mengatasi komentar negatif dan judi online.

"Kita telah sepakat untuk membentuk tim bersama dalam mengatensi permasalahan judi online di platform. Terkhusus yang belakangan masukan kepada kami yaitu spam di komentar," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid di kantor Komdigi, Selasa, 30 Juni 2026.

Komdigi menyatakan, dua media sosial ternama, Facebook dan Instagram, merupakan platform yang kerap dibanjiri spam komentar. Temuan ini berdasarkan hasil pantauan dari pemerintah.

Menurut Meutya, tim tersebut tidak hanya berisi perwakilan dari Komdigi dan platform Meta. Karena tim itu juga akan melibatkan dari platform digital lain untuk mengatasi persoalan spam komentar.

"Tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya dalam modus terbarunya komentar-komentar spam di akun-akun masyarakat. Melibatkan juga tim kepolisian terkait temuan kami, PPATK, dan juga OJK untuk ditindaklanjuti," ucap Meutya.

Hasil pemantauan pemerintah juga menunjukkan sebagian besar serangan spam komentar judol dilakukan menggunakan akun-akun yang sifatnya bodong. Akun tersebut dioperasikan oleh mesin maupun bot.

Kemkomdigi mencatat terdapat peningkatan komentar terkait judol sebanyak 128 persen dalam dua pekan terakhir (14-28 Juni 2026). Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan pemantauan Januari hingga 13 Juni 2026.

"Kami umumkan (spam komentar) paling banyak ada di lima platform media sosial terutama di TikTok 35 persen. Facebook 28 persen, Instagram 22 persen. YouTube 10 persen, X sebanyak lima persen," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....