Mensos: Program Kemensos Harus Bergerak Satu Arah
- 30 Jun 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf menegaskan seluruh program Kemensos harus terintegrasi mulai 2027
- Fokus 2027 meliputi digitalisasi bansos, penguatan Sekolah Rakyat, dan integrasi PROKESRA
- Seluruh unit kerja diminta menyusun program yang berdampak pada kesejahteraan sosial
- Kemensos menargetkan peningkatan Indeks Kesejahteraan Sosial dan graduasi keluarga miskin
- Penyusunan anggaran 2027 diarahkan selaras dengan RPJMN dan Asta Cita Presiden
RRI.CO.ID, Bogor - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan, tahun 2027 menjadi momentum integrasi seluruh program Kementerian Sosial agar berjalan dalam satu sistem. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program yang saling terhubung.
"Tahun 2027 adalah tahun kita memasang atap sekaligus menyambungkan aliran listrik dan air ke seluruh ruangan. Tahun di mana komponen-komponen yang selama ini berdiri sendiri-sendiri harus tersambung menjadi satu rumah yang utuh dan berfungsi," kata Gus Ipul saat membuka Pendalaman Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) Tahun 2027 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin 29 Juni 2026.
"Tahun 2027 menentukan apakah rumah kita benar-benar menyatu atau hanya kumpulan kamar yang berdiri sendiri-sendiri. Karena itu kita harus mulai menyambungkan satu dengan yang lain," ucapnya.
Gus Ipul mengatakan, seluruh program dan anggaran tahun 2027 harus menghasilkan dampak yang terukur terhadap target pembangunan kesejahteraan sosial. Setiap unit kerja diminta tidak lagi hanya menyampaikan daftar kegiatan, tetapi menunjukkan kontribusi terhadap indikator kinerja kementerian.
Target Kemensos pada 2027 antara lain meningkatkan Indeks Kesejahteraan Sosial menjadi 64,66, mendorong satu juta keluarga mencapai graduasi sejahtera. Kemudian, meluluskan 1,5 juta keluarga dari kemiskinan setiap tahun.
Ketepatan sasaran bantuan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga ditargetkan mencapai 85 persen. Menurut Gus Ipul, terdapat tiga agenda besar yang menjadi fokus tahun 2027.
Ketiganya meliputi digitalisasi bantuan sosial, penguatan Sekolah Rakyat sebagai institusi melalui Badan Pengembangan SDM dan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kemudian, integrasi Program Kesejahteraan Rakyat (PROKESRA) sebagai ekosistem graduasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
"Tiga terobosan ini hebat di atas kertas. Tetapi tidak satu pun akan berhasil kalau kita masih berjalan sendiri-sendiri," ucapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan lagi persoalan anggaran, melainkan kemampuan seluruh unit kerja membangun integrasi program. Pagu indikatif Kemensos tahun 2027 mencapai Rp84,7 triliun dengan sekitar 85 persen dialokasikan untuk bantuan sosial.
Selain itu, ditambah usulan anggaran program prioritas sebesar Rp22,49 triliun yang telah memperoleh persetujuan Komisi VIII DPR RI. "Kita memegang prinsip bantuan sementara, berdaya selamanya," ucapnya.
"Tujuan akhir kita bukan membuat masyarakat bergantung pada bantuan. Tetapi mendorong mereka menjadi mandiri," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan, penyusunan program dan anggaran 2027 harus selaras dengan RPJMN 2025-2029 dan Asta Cita Presiden. Fokus Kemensos diarahkan pada penyaluran bantuan sosial yang adaptif, pengembangan care economy, serta penguatan lembaga kesejahteraan sosial melalui peningkatan akreditasi.
"Seluruh program harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap target RPJMN. Termasuk peningkatan Indeks Kesejahteraan Sosial sekaligus mempercepat graduasi keluarga miskin menuju kemandirian," kata Robben.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....