Indonesia Menuju Lumbung Beras Dunia
- 29 Jun 2026 22:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia menuju lumbung beras dunia setelah mencapai swasembada beras tanpa impor
- Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 5,17 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah
- Produksi beras hingga Juni 2026 diproyeksikan surplus sekitar 3,72 juta ton dibanding kebutuhan konsumsi
- Pemerintah melanjutkan bantuan pangan beras dan program SPHP untuk menjaga stabilitas harga
- Presiden Prabowo menargetkan swasembada beras menjadi sistem berkelanjutan menuju lumbung pangan dunia
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia mampu menjadi lumbung beras dunia setelah mencapai swasembada beras tanpa impor. Capaian tersebut ditopang stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai lebih dari lima juta ton.
Amran mengatakan swasembada beras yang dicapai pada akhir 2025 menjadi tonggak baru sektor pangan nasional. Menurutnya, Indonesia untuk pertama kalinya menghentikan impor beras sekaligus mencatat stok tertinggi sepanjang sejarah.
"Di akhir 2025 Indonesia mencapai swasembada beras dan pangan sempurna. Tidak ada impor dan stok tertinggi selama Republik ini berdiri," kata Amran dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026 dikutip Senin 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan stok beras pemerintah saat ini mencapai sekitar 5,17 juta ton. Jumlah tersebut melebihi kapasitas gudang Bulog sehingga pemerintah menyewa tambahan gudang untuk penyimpanan.
"Hari ini stok beras berada pada posisi sekitar 5,1 juta ton. Insya Allah ini berkelanjutan dan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, khususnya beras," ucapnya.
Menurut Bapanas, stok tersebut berasal dari penyerapan produksi dalam negeri yang mencapai 3,28 juta ton. Hingga Juni 2026, produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 19,2 juta ton, lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi sebesar 15,48 juta ton sehingga menciptakan surplus sekitar 3,72 juta ton.
Surplus produksi itu dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah menjelang musim kemarau. Pemerintah juga tetap menggulirkan berbagai program penyaluran beras kepada masyarakat.
Realisasi bantuan pangan beras periode Februari hingga Juni telah menjangkau 32,57 juta keluarga penerima manfaat atau 97,97 persen dari target. Total beras yang disalurkan mencapai 651,4 ribu ton.
Pemerintah juga memutuskan melanjutkan bantuan pangan beras selama tiga bulan mulai Juli 2026. Total beras yang akan disalurkan mencapai 997,3 ribu ton sehingga sepanjang 2026 penyaluran CBP diperkirakan mencapai sekitar 1,6 juta ton.
Selain itu, penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 29 Juni telah mencapai 393,4 ribu ton. Program tersebut ditujukan menjaga stabilitas harga beras melalui penyediaan beras medium di bawah Harga Eceran Tertinggi.
Amran mengajak seluruh pihak terus memperkuat kolaborasi agar swasembada pangan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Menurutnya, kerja sama menjadi kunci agar Indonesia mampu menjadi negara superpower di sektor pangan.
"Kita banyak kekurangan tapi kita kolaborasi. Insya Allah Indonesia bisa menjadi super power," kata Amran.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan target Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi lumbung pangan dunia. Presiden meminta keberhasilan tersebut dibangun sebagai sistem yang berkelanjutan.
"Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Ini tidak boleh hanya satu atau dua tahun, tetapi harus menjadi sistem yang berkelanjutan," ucap Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....