Mendukbangga Prioritaskan Gizi Ibu dan Anak pada Harganas ke-33

  • 30 Jun 2026 00:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji memprioritaskan penguatan gizi bagi ibu dan anak.
  • Pemerintah daerah Sleman berhasil menekan angka kasus stunting secara konsisten selama tiga tahun terakhir.
  • Kemendukbangga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji memprioritaskan penguatan gizi ibu anak pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting secara nasional melalui intervensi langsung.

Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan makanan bergizi sekaligus melakukan pendampingan intensif bagi seluruh keluarga berisiko. Kegiatan penting tersebut dilaksanakan secara terpusat di wilayah Yogyakarta pada Senin, 29 Juni 2026.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji meminta seluruh pihak memastikan ketepatan sasaran bantuan gizi. Fokus utama sasaran penerima manfaat mencakup kelompok ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita.

“Perintah Presiden jelas agar program tidak berhenti pada diskusi tetapi memastikan bantuan gizi benar benar sampai kepada sasaran di lapangan secara langsung. Fokus kita adalah ibu hamil ibu menyusui dan balita agar penanganan stunting dilakukan secara tepat dan terukur di seluruh Indonesia,” kata Wihaji dalam rangkaian kegiatan Harganas, Muntilan, Yogyakarta, Senin.

Wihaji menerangkan bahwa upaya peningkatan kualitas hunian sangat memengaruhi optimalisasi proses tumbuh kembang anak. Upaya tersebut diwujudkan melalui program khusus bernama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

“Pencegahan stunting tidak cukup hanya dari asupan gizi tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak bagi keluarga. Keluarga harus memiliki akses sanitasi yang baik agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal setiap waktu,” ujar Wihaji.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengumumkan penurunan angka kasus stunting secara konsisten di daerahnya. Keberhasilan mengendalikan stunting tersebut diraih melalui kerja sama kolaboratif lintas sektor selama tiga tahun.

“Angka stunting di Sleman terus menurun dan kami menargetkan dapat ditekan hingga di bawah empat persen dalam waktu dekat. Bantuan gizi sudah berjalan sehingga fokus berikutnya adalah edukasi pola asuh dan pemberian makanan anak bagi keluarga,” kata Danang.

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Wahyuniati mengimbau keterlibatan masyarakat. Kolaborasi model pentahelix tersebut dinilai menjadi kunci utama guna menjangkau seluruh keluarga berisiko stunting.

“Program GENTING adalah gerakan gotong royong yang melibatkan pemerintah swasta dan masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting di Indonesia. Semua pihak diharapkan berperan sebagai orang tua asuh demi memastikan anak Indonesia tumbuh sehat dan berkualitas secara berkelanjutan,” kata Wahyuniati.

Wihaji berharap momentum peringatan tahun ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam menurunkan kasus stunting. Ia menegaskan keluarga harus menjadi pusat pembangunan manusia berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....