Venezuela-AS Gempa, Puan Minta Pemerintah Aktifkan Protokol Perlindungan WNI
- 29 Jun 2026 10:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong, pemerintah memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di tiga negara yang dilanda gempa dahsyat.
- Tiga negara yang saat ini dilanda gempa bumi besar, yakni, Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat.
- Termasuk, pembentukan pusat informasi terpadu bagi keluarga di Indonesia, kesiapan bantuan logistik dan layanan psikososial jika dibutuhkan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong, pemerintah memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di tiga negara yang dilanda gempa dahsyat. Tiga negara yang saat ini dilanda gempa bumi besar, yakni, Venezuela, Jepang, dan California Amerika Serikat.
Ketua DPP PDIP ini meminta, pemerintah terus memantau kondisi dan mengaktifkan protokol perlindungan WNI dalam situasi bencana internasional. “Termasuk, pembentukan pusat informasi terpadu bagi keluarga di Indonesia, kesiapan bantuan logistik dan layanan psikososial jika dibutuhkan,” kata Puan dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Tidak hanya itu, Puan mengatakan, pemerintah juga perlu memperkuat sistem perlindungan WNI berbasis teknologi melalui pemutakhiran data diaspora Indonesia. Mengingat, diperlukan pula optimalisasi layanan 'Safe Travel' serta pengembangan sistem komunikasi darurat yang memungkinkan perwakilan Indonesia memperoleh informasi kondisi WNI.
“Perlindungan warga negara merupakan amanat konstitusi, harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan yang terukur. Termasuk bagi WNI yang tinggal atau berada di luar negeri,” ucap Puan.
Tidak lupa, Puan mengharapkan, pemerintah memperbanyak edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi gempa, dan mengasah kesiapsiagaan mandiri. Yakni, Mulai dari memahami teknik berlindung di bawah furnitur kokoh saat guncangan terjadi.
"Sampai evakuasi bila ada ancaman tsunami. Indonesia harus selalu siaga bencana. Mitigasi harus terus dilakukan, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Puan.
Sebelumnya diberitakan, jumlah korban jiwa akibat gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah Venezuela melaporkan, sedikitnya 1.430 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang.
Melansir laman Reuters, gempa dahsyat yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026 itu menyebabkan kerusakan masif di berbagai wilayah. Ribuan bangunan runtuh, termasuk fasilitas publik dan bandara utama, sehingga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kuta Selatan Bali |
Di negara bagian La Guaira, warga mengaku frustrasi karena bantuan dinilai datang sangat lambat. Sejumlah relawan, bahkan terpaksa membongkar puing-puing bangunan dengan tangan kosong akibat minimnya alat berat dan belum meratanya kehadiran petugas.
Selain korban tewas, pemerintah Venezuela mencatat, sebanyak 3.360 orang mengalami luka-luka dan 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan. Operasi pencarian terus dilakukan dengan harapan masih ada korban yang dapat diselamatkan.
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,6 Guncang Bantul DIY |
Tragedi tersebut juga menelan korban dari berbagai negara di dunia. Sedikitnya, sebanyak 19 warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....