Para Rektor Siap Perkuat Inovasi Pertanian Nasional
- 28 Jun 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rektor perguruan tinggi Indonesia Timur siap memperkuat inovasi pertanian bersama Kementerian Pertanian
- Kolaborasi difokuskan pada riset, teknologi, dan inovasi untuk mendukung swasembada pangan
- Sejumlah pimpinan kampus menilai capaian sektor pertanian menjadi momentum memperluas kerja sama dengan Kementan
- Mentan memaparkan peningkatan produksi beras, cadangan beras pemerintah, NTP, serta kinerja ekspor pertanian
- Sinergi pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah rektor perguruan tinggi kawasan Indonesia Timur menyatakan siap memperkuat inovasi pertanian bersama Kementerian Pertanian. Komitmen itu disampaikan setelah melihat capaian sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Mentan Amran di Jakarta Selatan, Minggu 28 Juni 2026. Pertemuan diikuti pimpinan Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Tadulako, Universitas Lambung Mangkurat, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Balikpapan.
Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menilai capaian sektor pertanian menjadi momentum memperkuat kontribusi perguruan tinggi. Menurutnya, kampus siap mendukung swasembada pangan melalui riset dan penguasaan teknologi.
"Begitu banyak prestasi dan capaian yang dipaparkan. Kami merasa ini momentum terbaik untuk berkontribusi menjaga swasembada sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Jamaluddin.
Senada, Rektor Universitas Negeri Makassar Farida Patittingi mengatakan perguruan tinggi siap memperkuat riset pertanian. Kampus melihat ruang kolaborasi yang semakin luas dengan Kementerian Pertanian.
"Perguruan tinggi adalah motor lahirnya inovasi. Kami berkomitmen mendukung program Pak Menteri melalui penguatan riset di bidang pertanian," katanya.
Rektor Universitas Tadulako Amar menilai paparan Mentan memberikan perspektif baru mengenai pembangunan pertanian nasional. Data dan strategi yang dipaparkan dinilai menunjukkan arah swasembada pangan semakin kuat.
"Hari ini Pak Menteri memberikan gambaran sistem swasembada pangan Indonesia dengan berbagai data terkini. Kami berharap kerja sama ini menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang mendukung swasembada pangan," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie Andi Ilham Latunra menyebut Mentan sebagai pemimpin visioner. Kampusnya siap berada di garis terdepan mendukung pengembangan teknologi pertanian.
"Sungguh luar biasa pertemuan dengan Pak Mentan. Kami berada di garis terdepan bersama beliau untuk membuat Indonesia terus swasembada pangan," katanya.
Wakil Rektor II Universitas Halu Oleo Ida Usman juga mengaku mendapat banyak inspirasi dari pertemuan tersebut. Ide-ide yang diperoleh akan dikembangkan untuk mendukung pembangunan pertanian di Sulawesi Tenggara.
"Presentasi Pak Menteri memunculkan banyak ide yang akan kami laksanakan di Sulawesi Tenggara. Itu sangat penting untuk mendukung pembangunan pertanian," ucapnya.
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran memaparkan capaian sektor pertanian nasional. Indonesia mencatat peningkatan produksi beras, cadangan beras pemerintah sekitar 5,2 juta ton, Nilai Tukar Petani mencapai 127,73, serta peningkatan ekspor pertanian dan penurunan impor pangan.
Kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi diharapkan mempercepat lahirnya inovasi pertanian. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas, kesejahteraan petani, dan swasembada pangan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....