Pemerintah Tata Jumlah BUMN, Presiden: Terus Disederhakan hingga 250 Perusahaan
- 28 Jun 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menargetkan jumlah BUMN disederhanakan hingga sekitar 250 perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
- Pemerintah telah menutup lebih dari 200 BUMN sebagai bagian dari penataan tata kelola perusahaan negara.
- Reformasi BUMN diarahkan untuk menciptakan perusahaan yang lebih transparan, profesional, dan bekerja optimal bagi rakyat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tengah melakukan penataan jumlah dan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, transparan, dan produktif.
Presiden mengatakan pemerintah telah menutup lebih dari 200 BUMN dari total lebih seribu perusahaan negara yang ada sebelumnya. Ke depan, jumlah BUMN akan terus disederhanakan hingga mencapai sekitar 250 perusahaan.
“Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah. Bagaimana Pak Dony, ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250,” ujar Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut Presiden, penyederhanaan tersebut diperlukan agar anggaran negara tidak habis untuk membiayai struktur organisasi yang tidak produktif. Pemerintah ingin memastikan setiap BUMN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa, Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” ucap Presiden.
Presiden menargetkan proses pembenahan BUMN dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Dengan demikian, perusahaan negara dapat bekerja lebih profesional dan mendukung pembangunan nasional secara optimal.
“Kita mau sekarang rasional, efisien. Dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan, saya minta dalam tahun ini harus selesai," ujar Kepala Negara.
"Jadi dalam 2 tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” ujar Presiden menambahkan. Pemerintah menilai penataan BUMN menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....