Kementan Perluas Pertanian Modern Dongkrak Produksi Padi
- 28 Jun 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PM-AAS diharapkan memperkuat swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekspor beras nasional
- Kementan memperluas penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi nasional
- PM-AAS ditargetkan menghasilkan panen minimal 10 ton per hektare dengan hasil uji lapangan mencapai 12,4 ton per hektare
- Sistem menggabungkan jajar legowo, teknologi pertanian modern, dan pertanian presisi agar penggunaan pupuk serta air lebih efisien
- Pemerintah menyiapkan benih dan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan hingga 2029
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperluas penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi nasional. Model tersebut ditargetkan memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas hingga hampir tiga kali lipat. Hasil panen ditargetkan mencapai minimal 10 ton per hektare.
"Setelah dua tahun penelitian, kami yakin metode ini meningkatkan produksi signifikan. Hasil uji lapangan bahkan sudah mencapai 12,4 ton per hektare," katanya saat memimpin Rapat Koordinasi Perluasan Pelaksanaan PM-AAS secara hybrid, Jumat 26 Juni 2026.
Amran menjelaskan PM-AAS menggabungkan sistem jajar legowo dengan teknologi pertanian modern. Model tersebut juga mengadopsi praktik budidaya dari Amerika Serikat dan China.
PM-AAS bertumpu pada optimalisasi fotosintesis, peningkatan populasi tanaman, dan pertanian presisi. Ketiga prinsip tersebut membuat penggunaan pupuk dan air lebih efisien.
"Biaya pupuk dan air menjadi lebih efisien. Input turun, tetapi hasil panen meningkat sehingga keuntungan petani bertambah," ucapnya.
Menurut Amran, populasi tanaman dapat meningkat hingga satu juta rumpun per hektare. Kondisi itu membuat potensi produksi ikut melonjak.
"Produksi meningkat karena populasi tanaman bertambah hampir tiga kali lipat. Sistem ini juga membuat usaha tani lebih menguntungkan," katanya.
Pemerintah menyiapkan benih serta pendampingan bagi petani melalui penyuluh pertanian lapangan. Penerapan PM-AAS diprioritaskan pada daerah beririgasi hingga 2029.
"Seluruh PPL harus bergerak mendampingi petani. PM-AAS akan kita kawal bersama hingga 2029," ucapnya.
Amran optimistis PM-AAS memperkuat swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekspor beras nasional. Presiden Prabowo sebelumnya juga menyebut teknologi tersebut sebagai inovasi revolusioner menuju lumbung pangan dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....