Kementerian Ekraf Siapkan Pelatihan AI bagi 10 Ribu Pencari Kerja
- 28 Jun 2026 06:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekraf menggandeng Kemenaker menggelar pelatihan AI bagi 10 ribu peserta.
- Program menyasar lulusan SMA/SMK yang belum bekerja dan korban PHK.
- AI dinilai menjadi keterampilan penting untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyiapkan pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi 10 ribu pencari kerja. Program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Pelatihan menyasar lulusan SMA dan SMK yang belum bekerja. Program tersebut juga diperuntukkan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Direktur Aplikasi Kementerian Ekraf, Tri Wahyudi, mengatakan program diawali melalui proyek percontohan di Bekasi. Setelah itu, pelatihan akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
"Jadi pelatihan di Kemenaker mengoperasikan kolaborasi untuk mendukung lulusan SMA/SMK yang belum bekerja dan juga yang terdampak PHK. Nah, tujuannya agar mereka mendapatkan pekerjaan dengan pelatihan yang kita berikan," ujarnya dalam kegiatan Workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.
Tri mengatakan pelatihan akan menggabungkan kurikulum Kemenaker dan Kementerian Ekraf. Tahap awal melibatkan 500 peserta di Balai Latihan Kerja (BLK) Bekasi.
"Ini juga akan kita pilot project dulu 500 orang di BLK Bekasi, dan nanti kita lihat seperti apa kurikulumnya. Setelah itu kita akan mengembangkan yang 9.500 tadi, untuk di seluruh Indonesia, karena Kemenaker punya BLK di seluruh Indonesia," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, menilai penguasaan AI menjadi kebutuhan. Menurutnya, teknologi tersebut akan memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan.
Neil mengatakan, Kementerian Ekraf ingin mendorong lebih banyak pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan AI. Langkah itu diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing tenaga kerja Indonesia.
"Kita tentunya harus siap. Itulah kenapa ekonomi kreatif juga mendorong teman-teman kreator untuk mulai masuk ke dalam dunia AI, mempelajari, dan menerapkan," ucapnya.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus menyiapkan talenta digital Indonesia. Selain itu, pelatihan AI diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....