Kemnaker Genjot Kompetensi Pekerja dengan Anggaran Rp6,26 triliun
- 27 Jun 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Implementasi program magang dan vokasi nasional tahun ini alokasi anggaran Rp6,26 triliun difokuskan mendukung peningkatan kompetensi serta penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan.
- Dari total Rp6,26 triliun, Rp4,14 triliun dialokasikan untuk program magang bagi 150 ribu peserta selama enam bulan
- Program magang mencakup dukungan uang saku, perlindungan Jamsostek, serta sertifikasi kompetensi bagi peserta nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan anggaran Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi nasional tahun 2026. Dana itu difokuskan meningkatkan kompetensi dan memperluas penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, sebesar Rp4,14 triliun dialokasikan khusus untuk program magang. Dana itu menyasar 150 ribu peserta dengan durasi pelatihan enam bulan.
Setiap peserta magang mendapat uang saku, perlindungan Jamsostek, dan sertifikasi kompetensi sesuai bidang keahlian. Skema ini dirancang meningkatkan kesiapan kerja sekaligus memperbesar peluang peserta memperoleh pekerjaan setelah lulus.
"Setiap peserta akan mendapatkan perlindungan Jamsostek. Kemudian juga kesempatan mengikuti uji kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing," kata Anwar kepada Pro3 RRI, Jumat, 26 Juni 2026.
Distribusi peserta magang akan diperluas agar tidak terkonsentrasi di wilayah dan sektor tertentu. Porsi magang di kementerian dan lembaga pemerintah akan dikurangi dan dialihkan ke perusahaan swasta.
"Proporsi magang di kementerian dan lembaga akan kami kurangi. Kemudian diarahkan lebih banyak ke perusahaan swasta," ujarnya.
Perusahaan swasta dinilai memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam proses rekrutmen tenaga kerja baru. Keterlibatan swasta yang lebih besar diharapkan mempercepat konversi peserta magang menjadi tenaga kerja tetap.
Evaluasi program menunjukkan sekitar 30 persen peserta magang berhasil memperoleh pekerjaan setelah mengikuti program. Sebagian peserta bahkan sudah direkrut perusahaan sebelum masa magang mereka berakhir.
Selain magang, program vokasi menyasar dua kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi berbeda. Pertama, 220 ribu lulusan SMK yang butuh peningkatan kompetensi untuk memasuki dunia kerja.
Kelompok kedua adalah 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja di berbagai daerah. Keduanya mendapat pelatihan berbasis kebutuhan industri agar dapat segera terserap kembali ke pasar kerja.
Program magang dan vokasi ini menjadi instrumen negara dalam menekan angka pengangguran dari dua sisi sekaligus. Lulusan baru disiapkan, sementara pekerja yang kehilangan pekerjaan dibekali ulang dengan keterampilan baru.
Anwar menegaskan investasi pada kompetensi manusia adalah kunci keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Tenaga kerja terampil dan bersertifikat menjadi fondasi daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....