Cegah Perpecahan, Presiden Prabowo Minta Elit Politik 'Kompak'
- 27 Jun 2026 07:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto mengatakan perang di sejumlah negara karena elit politik tidak kompak
- 2. Kepala Negara menegaskan perbedaan adalah keniscayaan namun harus ada titik untuk mencari kebersamaan
- 3. Negara yang elit pemimpinnya dapat bekerja sama maka bangsa tersebut adalah negara yang bangkit dari kesulitan
RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para elit bangsa untuk saling bekerja sama demi kemajuan bangsa. Berbagai peperangan yang terjadi di negara lain seperti Rusia dan Ukraina, Afganistan, Kamboja dan Yaman karena elit politik tidak kompak.
Bahkan perang Rusia dan Ukraina, kata Presiden Prabowo, lebih lama ketimbang Perang Dunia ke II. Perang di negara Eropa tersebut, telah menewaskan puluhan ribu orang setiap bulan.
“Dari apa yang saya pelajari dari sejarah, ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerjasama itu bangsa itu yang bangkit. Saudara-saudara ditengah ini semua (Perang), kuncinya antara lain elit yang tidak bisa bekerja sama,” kata Presiden Prabowo Subianto, dalam sambutannya pada acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia di Hall B, JCC, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Presiden Prabowo mengatakan perbedaan adalah sesuatu yang pasti karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, pengalaman, latar belakang dan sejarah bahkan profesi. Namun seharusnya dari perbedaan tersebut, harus dapat mencari titik kebersamaan.
“Saya berperanggapan, kita semua disini, semuanya adalah anak Indonesia yang cinta bangsanya dan rakyatnya. Kita berbeda pasti, saya kira dalam perbedaan ini, kita harusnya bisa mencari titik-titik kebersamaan,” ujarnya.
Presiden Prabowo menegaskan adalah kewajiban setiap anak bangsa untuk mengabadikan demi kepentingan rakyat. Presiden Prabowo meminta agar kepintaran dimanfaatkan untuk memajukan bangsa Indonesia.
“Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini. Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah,” kata Presiden Prabowo menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....