Bapanas Perkuat Serapan Produk Peternak Lewat Program Pemerintah
- 26 Jun 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bapanas memperkuat serapan produk peternak mandiri melalui berbagai program pemerintah
- Penguatan serapan dilakukan melalui Program MBG, Gerakan Pangan Murah, dan usulan bantuan pangan
- Bapanas berupaya memperkecil selisih harga ayam di tingkat produsen dan konsumen
- Pemerintah mengusulkan bantuan pangan berupa daging ayam dan telur ayam untuk menjaga stabilitas harga
- Program bantuan pangan telah diusulkan dalam anggaran 2027 dan berpeluang dipercepat jika ada revisi anggaran
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat serapan produk peternak mandiri melalui berbagai program pemerintah. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga harga ayam dan telur tetap menguntungkan di tingkat peternak.
Penguatan serapan dilakukan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga usulan bantuan pangan. Kebijakan tersebut dibahas saat Bapanas menerima audiensi Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Rabu 24 Juni 2026.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah berupaya memperkecil selisih harga ayam di tingkat produsen dan konsumen. Menurutnya, harga yang terlalu jauh akan merugikan peternak.
"Yang harus kita selesaikan ialah harga ayam di tingkat produsen. Selisihnya jangan terlalu jauh dibandingkan harga di tingkat konsumen," katanya.
Sarwo mengatakan, Bapanas kembali mengusulkan bantuan pangan berupa daging ayam dan telur ayam. Program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga di pasaran.
"Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Program ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga," ucapnya.
Menurut Sarwo, usulan tersebut telah dimasukkan dalam anggaran 2027. Namun, pelaksanaannya berpeluang dipercepat tahun ini apabila terdapat revisi anggaran dari Komisi IV DPR RI.
"Tahun 2027 sudah kami usulkan. Kalau ada revisi anggaran, bisa dilaksanakan tahun ini," katanya.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan, bantuan pangan sebelumnya terbukti menjaga harga di tingkat peternak. Program tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha unggas.
"Bantuan pangan stunting dulu cukup bagus menahan harga. Hal itu juga diakui langsung oleh para peternak," ucapnya.
Program bantuan tersebut sebelumnya menyasar sekitar 1,4 juta keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga menerima satu kilogram daging ayam dan sepuluh butir telur selama tiga bulan.
Pelaksanaan bantuan melibatkan ribuan peternak rakyat dan pelaku UMKM. Pada 2024, tercatat sebanyak 8.778 peternak bermitra dalam program tersebut.
Jumlah itu terdiri atas 6.895 peternak ayam petelur. Sebanyak 1.883 lainnya merupakan peternak ayam broiler.
Selain bantuan pangan, Bapanas juga akan memperkuat penyerapan melalui Gerakan Pangan Murah. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan permintaan produk unggas secara bertahap.
Maino mengatakan, sejumlah daerah telah rutin menggelar GPM setiap pekan. Kabupaten Bogor bahkan mampu melaksanakan sekitar 500 kegiatan GPM dalam setahun.
"Kami akan terus mendorong GPM di berbagai daerah. Harapannya harga peternak terangkat sedikit demi sedikit," katanya.
Bapanas juga mendorong penyerapan telur dan daging ayam melalui Program Makan Bergizi Gratis. Skema tersebut menghubungkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan peternak rakyat.
Maino mengatakan, pola tersebut telah disimulasikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ke depan, Bapanas berharap skema serupa diterapkan secara nasional.
"Mudah-mudahan nanti bisa diterapkan secara nasional. Ketika SPPG berjalan penuh, serapan peternak akan ikut meningkat," ujarnya.
Menurut Maino, peternak juga harus meningkatkan kapasitas usahanya. Pasalnya, SPPG membutuhkan produk yang telah memenuhi standar distribusi.
"Peternak harus naik kelas. SPPG tidak mungkin membeli ayam hidup," katanya.
Ketua Umum Permindo Kusnan menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, integrasi berbagai program akan membantu peternak menghadapi tekanan harga.
"Peternak memang harus naik kelas. Kami tidak bisa hanya mengandalkan penjualan ayam hidup," ucapnya.
Ia berharap program bantuan pangan dan operasi pasar kembali dijalankan tahun ini. Langkah tersebut dinilai menjadi momentum tepat membantu peternak rakyat.
"Harapannya integrasi program pemerintah segera berjalan. Dengan begitu peternak rakyat bisa lebih terbantu," katanya.
Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp17,8 triliun pada 2027. Sebagian anggaran dialokasikan untuk mendukung program bantuan pangan.
Program tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 5,78 ribu ton daging ayam dan 8,67 ribu ton telur. Bantuan pangan itu ditargetkan menjangkau sekitar 1,45 juta penerima manfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....