Mahasiswa Ajak Utamakan Gagasan untuk Kemajuan Bangsa
- 25 Jun 2026 12:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Gabungan Aliansi BEM Nasional mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan gagasan dan solusi untuk kemajuan Indonesia. Seruan tersebut disampaikan dalam deklarasi kebangsaan di Gedung Autista, Jatinegara, Jakarta Timur.
Aliansi tersebut terdiri atas BEM Nusantara, BEM PTNU Se Nusantara, DEMA PTKIN, Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia, dan BEM Kristiani Indonesia. Mereka menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa serta memperkuat demokrasi yang berpijak pada kepentingan rakyat.
Koordinator Pusat BEM Nusantara, Muhammad Sardani, mengatakan mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral yang independen. Menurutnya, gerakan mahasiswa lahir dari kepentingan rakyat dan harus selalu kembali kepada rakyat.
Ia menegaskan mahasiswa tidak boleh menjadi alat kekuasaan maupun kepentingan kelompok tertentu dalam dinamika politik. Independensi, kata dia, merupakan modal utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.
"Mahasiswa tidak boleh menjadi alat kekuasaan dan tidak boleh pula menjadi alat kelompok yang memiliki agenda politik tertentu. Gerakan mahasiswa lahir dari kepentingan rakyat dan harus tetap kembali kepada rakyat," kata Sardani dalam keterangan pers tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
Presidium Nasional BEM PTNU Se Nusantara, Achmad Baha'ur Rifqi, mengatakan mahasiswa akan terus mengawal kebijakan publik. Namun, pengawalan tersebut dilakukan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan amanat konstitusi.
Menurut Rifqi, mahasiswa bukan pendukung maupun penentang permanen pemerintah dalam menjalankan perannya. Mahasiswa akan memberikan dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta menyampaikan kritik secara konstruktif.
"Posisi kami jelas, berdiri bersama rakyat. Ketika ada kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, kami akan mendukung," ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah perlu membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam proses pembangunan nasional. Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai kebijakan mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Pusat DEMA PTKIN, Miftahul Rizqi, menyoroti pentingnya memperkuat kualitas demokrasi melalui gagasan. Menurutnya, berbagai persoalan bangsa harus dijawab melalui solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rizqi menilai demokrasi yang sehat membutuhkan pertukaran ide, kajian, dan dialog yang konstruktif. Karena itu, ruang publik perlu diisi dengan gagasan yang mampu mendorong kemajuan bangsa.
"Kami melihat hari ini banyak persoalan rakyat yang membutuhkan solusi nyata. Demokrasi yang sehat membutuhkan pertarungan gagasan dan solusi, bukan sekadar sensasi," tegas Rizqi.
Dalam deklarasinya, Gabungan Aliansi BEM Nasional menyampaikan sejumlah komitmen untuk memperkuat peran mahasiswa. Komitmen tersebut mencakup penguatan independensi gerakan, partisipasi publik, dan keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat.
Aliansi BEM Nasional menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengawal pembangunan nasional secara objektif. Selain itu, mahasiswa juga berkomitmen menjadikan kajian, gagasan, dan kepentingan rakyat sebagai dasar perjuangan.
Deklarasi tersebut menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog dan kolaborasi. Mahasiswa berharap semangat kebangsaan dapat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....