Presiden Prabowo Optimistis Swasembada Pangan Terus Berlanjut Jangka Panjang

  • 25 Jun 2026 15:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan Indonesia harus menjadi pencapaian berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian pangan nasional.
  • Presiden menyebut keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja jangka panjang yang membutuhkan proses dan konsistensi.
  • Presiden menilai Program Makan Bergizi Gratis penting untuk mendukung kesejahteraan petani, nelayan, serta pemenuhan gizi masyarakat.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan Indonesia harus menjadi pencapaian yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan fondasi penting menuju kemandirian pangan nasional dalam jangka panjang.

"Kita swasembada pangan tidak ringan, dalam sejarah Indonesia baru sekali kita swasembada pangan. Kalau tidak nggak (salah) 1984, satu tahun," ucap Presiden saat menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-17 di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

"Kita yakin, kita swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun. Untuk seterusnya, kita akan swasembada pangan," kata Presiden melanjutkan.

Presiden menegaskan, capaian yang mulai terlihat saat ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut Presiden, sektor pertanian membutuhkan proses panjang sebelum mampu memberikan hasil yang dirasakan masyarakat.

"Tanam beras, tanam padi, tiga bulan baru ada hasil, tanam kelapa sawit lima tahun baru ada hasil. Tanam singkong sepuluh bulan baru ada hasil, dan upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan," ujar Presiden.

"Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata. Bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan," ucapnya menambahkan.

Presiden juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berkaitan erat dengan kesejahteraan petani, nelayan, dan pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan persoalan mendasar yang harus menjadi perhatian utama pemerintah.

"Ada juga yang tidak setuju MBG, harusnya mereka yang tidak setuju MBG datang ke sini. Tanya itu petani nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" ujar Kepala Negara.

Presiden menolak anggapan yang menyebut terdapat persoalan lebih mendesak dibanding pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Presiden menegaskan ancaman kelaparan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak di tengah situasi global saat ini.

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar," kata Presiden.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....