Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan Timur
- 25 Jun 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama sejumlah mitra melepasliarkan tiga orangutan Kalimantan ke habitat alaminya. Yakni di kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Ketiga orangutan bernama Bagus, Eboni, dan Ruby tersebut sebelumnya merupakan satwa yang dipelihara masyarakat. Sebelum akhirnya diselamatkan dan menjalani rehabilitasi.
Pelepasliaran dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat populasi orangutan di alam liar. Dan ini sekaligus rangkaian menuju Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
“Pelepasliaran ini menjadi wujud komitmen Kementerian Kehutanan. Salah satunya dalam menjaga kelestarian orangutan Kalimantan melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Kepala BKSDA Kalimantan Timur M. Ari Wibawanto, dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama multipihak antara BKSDA Kalimantan Timur, BP2SDM Wilayah V Samarinda. Kemudian Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, KPHP Kelinjau, Centre for Orangutan Protection (COP), serta masyarakat lokal.
Sebelum kembali ke habitatnya, ketiga orangutan tersebut menjalani rehabilitasi di Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA). Proses rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan kemampuan dasar yang hilang akibat lama hidup bersama manusia.
Seperti seperti memanjat pohon, mencari pakan, hingga membuat sarang. Menurut Ari, rehabilitasi orangutan membutuhkan waktu panjang, mulai dari dua hingga enam tahun.
Setelah melalui pemeriksaan kesehatan, sekolah hutan, hingga masa adaptasi di pulau pra-pelepasliaran selama empat bulan. Dan ketiganya dinilai mampu hidup mandiri di alam.
Dalam empat tahun terakhir, sebanyak 18 individu orangutan hasil rehabilitasi BORA telah dilepasliarkan di kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat. Setelah pelepasliaran, tim monitoring COP akan melakukan pemantauan intensif selama tiga bulan.
Hal ini guna memastikan Bagus, Eboni, dan Ruby dapat beradaptasi dengan baik. “Langkah ini diharapkan dapat mendukung pemulihan populasi orangutan Kalimantan sekaligus memperkuat upaya konservasi satwa liar,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....