Soal Penolakan MBG, Presiden: Tak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
- 25 Jun 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menegaskan tidak ada persoalan yang lebih mendesak daripada mengatasi kelaparan masyarakat.
- Presiden mengajak pihak yang mengkritik MBG melihat langsung manfaat program bagi petani, nelayan, dan anak-anak.
- Presiden menyebut ancaman kelaparan global menjadi alasan pemerintah terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Menurutnya, tidak ada persoalan yang lebih penting dibanding memastikan masyarakat terbebas dari kelaparan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menanggapi masih adanya pihak yang mengkritik program MBG. Karena itu, Presiden mengajak pihak yang menolak program tersebut melihat langsung manfaatnya bagi masyarakat.
"Ada juga yang nggak setuju MBG, harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini ya. Tanya itu petani nelayan MBG perlu atau tidak?, tanya anak-anak MBG perlu atau tidak?," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidatonya di hadapan Petani dan Nelayan di Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.
Presiden mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan merupakan persoalan paling mendasar. Karena itu, pemerintah memandang program MBG sebagai salah satu langkah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar, orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi ya dia mati," ujarnya.
Presiden juga mengingatkan ancaman kelaparan masih menjadi persoalan dunia. Berbagai lembaga internasional telah memberikan peringatan mengenai meningkatnya jumlah penduduk yang mengalami kelaparan.
Menurutnya, data yang disampaikan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menunjukkan tren peningkatan jumlah penduduk yang mengalami kelaparan. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah terus memperkuat program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi.
"PBB sudah meramalkan, tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia," ucap Presiden.
"Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi 500 juta, 700 juta. FAO memberi warning," kata Presiden melanjutkan.
Presiden turut menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjalankan program MBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....