Presiden: Petani dan Nelayan Tulang Punggung Republik

  • 25 Jun 2026 08:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menegaskan petani dan nelayan merupakan tulang punggung Republik Indonesia
  • Pernyataan disampaikan saat menghadiri PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo
  • Presiden menyebut petani dan nelayan berperan besar sejak perjuangan kemerdekaan
  • Pemerintah berkomitmen terus berpihak kepada petani dan nelayan
  • Swasembada pangan disebut sebagai hasil kerja keras petani dan nelayan

RRI.CO.ID, Gorontalo - Presiden Prabowo Subianto menegaskan petani dan nelayan merupakan tulang punggung Republik Indonesia. Menurutnya, peran mereka telah menjadi bagian penting sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menghadiri Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Selasa 24 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

Presiden mengatakan sejak awal berdirinya Republik, petani dan nelayan menjadi penopang perjuangan bangsa. Mereka membantu para pejuang ketika negara belum memiliki anggaran.

"Saya bangga karena sudah cukup lama berjuang bersama para petani dan nelayan," kata Prabowo.

Sebagai mantan prajurit, Presiden mengaku memahami besarnya peran masyarakat dalam perjuangan kemerdekaan. Dukungan petani dan nelayan dinilai menjadi kekuatan utama saat itu.

"Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, tentara bertahan karena dukungan petani dan nelayan," ucapnya.

Menurut Presiden, petani dan nelayan kini tetap menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah akan terus berpihak kepada keduanya.

Prabowo mengatakan keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan. Pemerintah berkomitmen menjaga capaian tersebut secara berkelanjutan.

"Ini adalah prestasi kita bersama. Ini akibat kerja keras saudara-saudara sekalian," ucapnya.

Presiden menegaskan swasembada pangan harus dijaga melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi. Ia optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu lumbung pangan dunia.

"Tidak lama lagi Indonesia bisa menjadi salah satu lumbung pangan dunia. Petani dan nelayan adalah tulang punggung republik ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan berbagai kebijakan pemerintah telah mempercepat produksi pangan nasional. Menurutnya, capaian tersebut juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Amran mengatakan FAO menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga diproyeksikan memiliki stok beras terbesar keempat di dunia pada periode 2026–2027.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras petani dan nelayan yang didukung penuh oleh kebijakan pemerintah," ucap Amran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....