Kawan Alam Indonesia Luncurkan Bali Sustainability Project 2026-2031
- 24 Jun 2026 10:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kawan Alam Indonesia (KAI) meluncurkan Bali Sustainability Project (BSP) 2026-2031.
- Peluncuran BSP menjadi salah satu keputusan utama dalam Kongres Ke-I Kawan Alam Indonesia yang digelar di Denpasar.
- BSP akan berfokus pada sejumlah agenda strategis.
RRI.CO.ID, Denpasar - Kawan Alam Indonesia (KAI) meluncurkan Bali Sustainability Project (BSP) 2026-2031 sebagai program prioritas organisasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis kolaborasi lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Peluncuran BSP menjadi salah satu keputusan utama dalam Kongres Ke-I Kawan Alam Indonesia yang digelar di Denpasar, Bali, Senin (23/6/2026). Kongres tersebut juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penetapan arah gerakan lingkungan untuk lima tahun mendatang.
Pendiri sekaligus Ketua Umum Kawan Alam Indonesia, Henny Paula Sitohang, mengatakan BSP dirancang sebagai platform kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Menjaga alam bukan sekadar program, melainkan cara hidup yang harus menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia," kata Henny dalam sambutannya.
Ia menjelaskan BSP akan berfokus pada sejumlah agenda strategis, mulai dari konservasi lingkungan, pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan, pengurangan sampah plastik, pendidikan lingkungan hidup, pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru, hingga pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Menurut Henny, program tersebut diharapkan dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
"Melalui BSP, kami ingin membangun kolaborasi yang mampu melahirkan solusi nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Selain peluncuran BSP, kongres juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi arah advokasi organisasi hingga 2031.
Beberapa di antaranya adalah dukungan terhadap implementasi ekonomi biru, perlindungan kawasan pesisir dan mangrove, percepatan pengurangan sampah plastik sekali pakai, pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, serta perluasan kawasan konservasi laut.
Kongres turut menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan lingkungan. Henny menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan masa depan pembangunan Indonesia.
"Perempuan harus diberi ruang yang lebih luas untuk tampil di garda terdepan konservasi Nusantara. Kawan Alam Indonesia ingin menjadi rumah yang melahirkan lebih banyak perempuan pemimpin lingkungan," katanya.
Ketua Dewan Pembina Kawan Alam Indonesia yang juga anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, menyambut baik penyelenggaraan kongres tersebut. Ia menilai KAI dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
"Kita membutuhkan gerakan masyarakat yang mampu menjembatani kepentingan pembangunan dengan kelestarian lingkungan. Bali telah memberikan contoh bagaimana budaya, alam, dan kehidupan masyarakat dapat berjalan dalam harmoni," ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina KAI, Letkol Laut (P) I Nyoman Astawa Yasa, menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut Indonesia.
"Laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar," katanya.
Kongres Ke-I Kawan Alam Indonesia ditutup dengan penetapan Program Kerja KAI periode 2026-2031 serta deklarasi bersama seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....