Presiden Akui Sedih Melihat Banyaknya Kekayaan Indonesia Hilang
- 24 Jun 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesedihannya atas hasil kekayaan alam Indonesia yang hilang
- Presiden Prabowo Subianto menyebut, terdapat kelalaian dalam sistem pengelolaan kekayaan alam bangsa Indonesia
- Presiden Prabowo Subianto bertekad, akan memperbaiki sistem tata kelola kekayaan Indonesia, untuk kemakmuran rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki potensi kekayaan berlimpah. Meski Indonesia merupakan bangsa kaya, namun Kepala Negara mengaku terpukul melihat realita pengelolaan potensi kekayaan yang serampangan.
”Saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan. Saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini," kata Presiden dalam pidatonya, di Penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.
Kepala Negara menilai, sudah terlalu banyak kekayaan alam bangsa Indonesia yang hilang, dan tidak dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Untuk itu Presiden Prabowo memastikan, pemerintahan di bawah kepemimpinannya, tidak akan membiarkan sistem tata kelola kekayaan alam tersebut.
Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo mengatakan, tidak ingin mengungkit kelalaian, dalam sistem tata kelola kekayaan bangsa Indonesia. Namun Kepala Negara mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola kekayaan alam Indonesia.
"Hanya bangsa yang bodoh, yang akan meneruskan suatu sistem di mana kekayaan bangsa tidak tinggal di bangsa itu. Bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama," ujar Kepala Negara.
Presiden mengatakan, kekayaan alam bangsa harus di kelola demi kemakmuran rakyat Indonesia. Hal ini sebagai mana amanat dalam pasal 33, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan, supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat," ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....