Menkes Bidik Orang Tua yang Masih Tolak Imunisasi Anak

  • 23 Jun 2026 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih banyaknya ayah yang tidak mengizinkan anaknya mendapatkan imunisasi. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam meningkatkan cakupan vaksinasi nasional pada periode 2025-2029.

Budi mengatakan, edukasi kepada masyarakat harus diperkuat dengan pendekatan yang lebih mudah dipahami. Sebab, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, salah satu alasan anak tidak mendapat imunisasi adalah karena tidak diizinkan keluarga.

“Yang menarik, ternyata banyak sekali bapak-bapak yang tidak mengizinkan anaknya divaksinasi. Entah apa alasannya, dan merasa vaksinasi tidak penting,” kata Budi, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2026.

Selain tidak mendapat izin keluarga, alasan lain anak tidak diimunisasi antara lain takut terhadap Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI). Dan juga lupa atau tidak mengetahui jadwal imunisasi, anak sedang sakit, hingga anggapan bahwa imunisasi tidak penting.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan memperkuat edukasi publik dengan menggandeng berbagai pihak. Mulai dari tokoh agama, influencer, hingga organisasi masyarakat seperti Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Mungkin kita harus cari edukasi-edukasi yang sifatnya lebih mudah dipahami masyarakat. Baik melalui tokoh agama atau melalui influencer atau juga kita sendiri harus mengubah cara edukasi kita,” ujar Budi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengejar target imunisasi lengkap. Dan ini ditargetkan bagi seluruh sasaran pada 2025-2029.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menyoroti capaian imunisasi HPV (Human Papillomavirus) yang melampaui 90 persen pada 2025. Dan mendorong agar rencana perluasan imunisasi HPV kepada anak laki-laki.

Selain itu, Putih Sari meminta penjelasan soal koordinasi vaksinasi polio bagi jemaah haji. Menyusul peralihan pengelolaan kesehatan haji dari Kemenkes ke Kementerian Haji dan Umrah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....