Wamwenkomdigi: AI Hasilkan Konten Manipulatif

  • 22 Jun 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, tekologi AI saat ini telah berkembang sangat pesat
  • Wamenkomdigi Nezar Patria menuturkan, peningkatan teknologi AI dapat menimbulkan ancaman besar kejahatan digital
  • Perkembangan AI saat in diungkapkan Wamenkomdigi Nezar Patria, harus diimbangi dengan peningkatan keamanan penilpuan digital

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menilai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini, berkembang sangat pesat. Perkembangan AI, menurutnya tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, namun juga meningkatkan ancaman kejahatan digital.

Nezar mengatakan, perkembangan AI membuat peningkatan kejahatan digital yang semakin kompleks. Sebab dengan memanfaatkan AI untuk kejahaan digital diungkapkannya, dapat menghasilkan konten palsu yang sulit untuk dibedakan.

Ia mencontohkan terkait penyalahgunaan AI dengan sistem teknologi deepfake. Nezar menuturkan, sistem deepfake mampu memanipulasi gambar ataupun video, yang sulit untuk dibuktikan keasliannya.

"Sekarang suara kita bisa ditiru, gambar wajah kita bisa ditiru. Tampil dalam bentuk deepfake video yang dihasilkan oleh AI dengan sangat mulus," kata Nezar dalam keterangan tertulisnya, dikutip di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut Wamenkomdigi, kemajuan AI saat ini berlangsung sangat cepat. Bahkan telah melampaui fase generative AI menuju pengembangan agentic AI dan berbagai teknologi baru lainnya.

Perkembangan tersebut membawa manfaat besar bagi berbagai sektor. Akan tetapi di saat yang sama memunculkan risiko-risiko baru yang memerlukan perhatian serius.

Nezar mengatakan, hasil manipulasi berbasis AI kini telah berkembang menjadi apa yang disebut sebagai 'synthetic reality' (realitas sintetik). Hal ini dijelaskannya menjadikan masyarakat awam semakin sulit membedakan antara konten asli dan konten hasil rekayasa.

"Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa," ujar Wamenkomdigi Nezar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....