Wapres Kunjungi RSUD Perpetua Asmat, Janjikan Kenaikan Status Jadi Tipe C
- 21 Jun 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau layanan kesehatan di RSUD Perpetua J. Safanfo, di Kabupaten Asmat, Papua Selatan
- Wapres Kunjungi RSUD Perpetua Asmat Perkuat Layanan Kesehatan 3T
RRI.CO.ID, Asmat - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau layanan kesehatan di RSUD Perpetua J. Safanfo, di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Peninjauan ini dilakukan sebagai penguatan layanan kesehatan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dalam kesempatan itu, Wapres mendorong percepatan peningkatan status RSUD Perpetua J. Safanpo menjadi rumah sakit tipe C. Hal ini penting dilakukan guna memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat setempat.
Penguatan layanan kesehatan ini, juga menjadi bagian dari program prioritas pemerintah menghadirkan layanan dasar berkualitas hingga wilayah terpencil. "Sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi," ujarnya.
"Saya janji nanti akan ada pembangunan rumah sakit tipe C di Asmat ini. Jadi nanti untuk masalah kesehatan akan kita lakukan intervensi juga," ucapnya.
Di RSUD tersebut, Wapres meninjau sejumlah fasilitas layanan rumah sakit hingga berdialog dengan pasien. Peninjauan ini dilakukan untujk melihat perkembangan RSUD yang telah dibangun bertahap sejak 2016 silam.
Sementara itu, Direktur RSUD Perpetua J Safanpo, Yenny Yokung Yong, merasa bangga atas kehadiran Wapres. Dengan kehadiran pemimpin negara ini, ia berharap RSUD tempatnya mengabdi naik kelas menjadi tipe C.
"Tentunya pelayanannya juga meningkat, kualitas pelayanannya meningkat. Bukan hanya empat dasar, tetapi juga bisa berkembang ke arah pelayanan kanker, jantung, stroke, dan urologi," ujarnya.
Ia menjelaskan, RSUD Perpetua, merupakan salah satu rumah sakit yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Selain peningkatan stasus, pihak RSUD juga menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis mendukung pelayanan kesehatan di Asmat, diantaranya CT scan.
"Jika alat ini bisa hadir di rumah sakit ini, tentunya akan mengurangi jumlah rujukan kami. Tentunya juga beban biaya untuk rujukan akan berkurang," ujarnya
Hal itu dikarenakan, saat ini RSUD Perpetua J Safanpo menanggung seluruh biaya rujukan pasien orang asli Papua. Mulai dari transportasi, pedampingan medis, hingga penyediaan rumah singgah bagi keluarga pasien rujukan.
Selain alat kesehatan, pihak RSUD juga membutuhkan penguatan infrastruktur digital untuk mendukung implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). "Salah satu yang perlu kami butuh bantuan adalah peningkatan kapasitas Wi-Fi di rumah sakit," ucapnya.
Tantangan lainnya, lanjut Yenny, adalah keterbatasan akses air bersih, terutama saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan berpengaruh terhadap pelayanan medis dan pengendalian infeksi di lingkungan RSUD.
Dari sisi epidemiologi, RSUD Perpetua juga mencatat tingginya kasus sejumlah penyakit, diantaranya malaria dan demam berdarah. Selain itu diare, pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut, tuberkulosis, hingga meningkatnya kasus stroke dan jantung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....