Menteri PU Tinjau Beberapa Infrastruktur Dasar Pascagempa di Sulawesi Tengah
- 21 Jun 2026 23:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung infrastruktur dasar pascagempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah untuk memastikan konektivitas dan layanan publik tetap berjalan
- Menteri PU menginstruksikan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap jalan dan jembatan
- Dody juga memerintahkan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi di kawasan hulu Sungai Posu serta memastikan SPAM Kamarora tetap beroperasi selama masa pemulihan
RRI.CO.ID, Palu - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi infrastruktur dasar pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan konektivitas wilayah, keandalan jembatan, dan layanan air bersih tetap berfungsi bagi masyarakat terdampak.
Kunjungan tersebut dilakukan dengan menyusuri Jalan Alternatif Palolo-Napu di Kabupaten Sigi, Minggu, 21 Juni 2026. Menteri Dody mengatakan Kementerian PU telah mendukung penanganan bencana sejak hari pertama bersama pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
“Saat ini titik-titik bencana telah ditangani. Kami di Kementerian PU mendukung Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi sejak hari pertama,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurutnya, perhatian pemerintah kini difokuskan pada keandalan infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat setiap hari. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal.
Dalam peninjauan tersebut, Dody meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap jalan dan jembatan. Pemeriksaan tetap dilakukan meskipun secara visual tidak ditemukan kerusakan berat.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah Jembatan Binangga Kenaw di Kecamatan Nokilalaki. Jembatan tersebut merupakan akses penting yang digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari.
“Tadi saya berdiri di jembatan dan ketika ada kendaraan melintas terasa ada getaran. Hal seperti ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa infrastruktur yang mereka gunakan setiap hari benar-benar aman,” kata Dody.
Ia juga menegaskan keandalan infrastruktur pascabencana tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Menurutnya, kondisi tersebut juga berhubungan langsung dengan rasa aman masyarakat.
“Jalan yang retak, jembatan yang terasa goyang, atau layanan dasar yang terganggu mungkin terlihat kecil. Tetapi bagi masyarakat itu sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan rasa aman mereka,” ujarnya.
Selain meninjau jembatan, Menteri Dody juga mengecek kondisi Jembatan Posu yang berada di atas Sungai Posu, Desa Sopu. Ia menyoroti adanya cekungan berisi genangan air di kawasan hulu yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
“Saya juga melihat ada cekungan berisi air di bagian atas. Ini harus segera dipetakan dan dimitigasi, kalau ada potensi bahaya, kita harus cek dan antisipasi sejak awal,” kata Dody.
Untuk itu, Dody menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III melakukan survei lanjutan di kawasan hulu. Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual sekaligus menyiapkan langkah pengendalian aliran air jika diperlukan.
Selain konektivitas, Kementerian PU juga memastikan layanan air bersih tetap berjalan selama masa pemulihan. Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora di Kecamatan Nokilalaki dipastikan tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....