Pemerintah Terus Kawal Agar Indonesia Mewujudkan Kemandirian Pangan

  • 20 Jun 2026 10:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Terus Kawal Agar Indonesia Mewujudkan Kemandirian Pangan
  • Pemerintah Terus Kawal Agar Indonesia Mewujudkan Kemandirian Pangan
RRI. CO. ID, Gorontalo - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memastikan pemerintah akan terus mengawal agar Indonesia dapat mewujudkan kemandirian pangan. Ia juga memastikan pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi para petani serta nelayan Tanah Air.

"Pemerintah dengan leading sector Kemenko Pangan, Kementan, dan KKP akan terus mengawal agar Indonesia dapat mewujudkan kemandirian pangan. Meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan, serta mencarikan solusi-solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh petani dan nelayan," kata Wapres saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gor David Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu, 20 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Wapres menilai petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam menjamin kemandirian pangan Indonesia. "Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," ujarnya.

Meski demikian, ia menilai tantangan yang dihadapi sektor pangan masih cukup besar. Mulai dari tata kelola, menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul, hingga akses permodalan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Indonesia berhasil swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun. Menurutnya pencapaian tersebut menjadi yang tercepat sepanjang sejarah.

"Target swasembada 4 tahun, Alhamdulillah kita capai 1 tahun dan tercepat sepanjang sejarah," ucapnya. Mentan juga mengungkapkan, pada tahun 2025, Indonesia mengalami kenaikan produksi pangan tertinggu nomor 2 dunia setelah Brasil.

"Bapak Wapres, kami laporkan juga stok pangan kita hari ini 5,2 juta ton, tertinggi selama Republik ini berdiri. Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang Pak Dirut Bulog sudah sewa gudang 2,2 juta ton," ucapnya.

Dihadapan Wapres, Mentan mengatakan para petani saat ini merasa bahagia karena harga gabah yang dijual meningkat menjadi Rp6.500. Ia juga mengatakan, pada tahun ini subsidi pupuk untuk para petani turun 20 persen.

"Justru di saat negara-negara lain harga pupuknya naik, bahkan Australia menelpon, menterinya langsung, meminta ada Dirut Pupuk sekarang. Meminta pupuk dari Indonesia, termasuk India, Filipina, Brasil, dan beberapa negara lainnya meminta tolong kepada Indonesia untuk membeli pupuk," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....