Buka PENAS 2026, Wapres Tekankan Petani-Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

  • 20 Jun 2026 09:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Buka PENAS 2026, Wapres Tekankan Petani-Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan
  • Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu, 20 Juni 2026
RRI.CO.ID, Gorontalo - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam sambutannya, Wapres menilai petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam menjamin kemandirian pangan Indonesia.

"Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain," kata Wapres dalam sambutannya di Gor David Tony, Kabupaten Gorontalo.

Meski demikian, ia menilai tantangan yang dihadapi sektor pangan masih cukup besar. Mulai dari tata kelola, menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul, hingga akses permodalan.

Selain itu, kepastian off-taker, stabilitas harga, mekanisme pergudangan, hingga penyaluran pupuk bersubsidi yang efisien dan tepat waktu. Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Ia menilai Mentan berhasil menyederhanakan regulasi syarat distribusi pupuk bagi petani Indonesia. "Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang sudah memangkas 145 regulasi syarat distribusi pupuk yang sekarang ini dinikmati oleh seluruh petani," ucapnya.

Wapres juga mengapresiasi Mentan terkait revitalisasi dan pembangunan pabrik serta penyediaan bahan baku pupuk di sejumlah daerah. Diantaranya ada di Palembang, Karawang, Gresik, Bontang, Lhokseumawe, dan Papua.

Dalam kesempatan yang sama, Mentan mengungkapkan Indonesia berhasil swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun, dan tercepat sepanjang sejarah. Menurutnya capaian itu lebih cepat dari target swasembada pemerintah sekitar empat tahun.

"Di 2025 Indonesia kenaikan pangan produksinya tertinggi nomor 2 dunia setelah Brazil. Itu berkat kerja keras para petani dan nelayan seluruh Indonesia," kata Mentan Amran.

Selain itu Mentan juga mengungkapkan, saat ini stok pangan nasional mencapai 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. "Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang Pak Dirut Bulog sudah sewa gudang 2,2 juta ton, jadi ini tertinggi stok kita," ujarnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....