Kementerian PU Dokumentasikan 500 Hari Pembangunan Infrastruktur
- 20 Jun 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Buku Menjawab Mandat menjadi dokumentasi sekaligus refleksi perjalanan pembangunan infrastruktur selama 500 hari pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih
- Perspektif 500 hari dipilih untuk menunjukkan bahwa pembangunan berlangsung setiap hari dan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat
- Buku tersebut disusun dalam empat dimensi utama pembangunan untuk menggambarkan kontribusi infrastruktur terhadap ketahanan bangsa dan kesejahteraan rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian PU mendokumentasikan pembangunan 500 hari pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih dalam buku bertajuk “Menjawab Mandat: Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU”. Buku ini menjadi catatan pelaksanaan berbagai program strategis pembangunan infrastruktur di fase awal pemerintahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Chandra R.P. Situmorang, mengatakan buku tersebut disusun atas arahan Menteri PU Dody Hanggodo. Menurutnya, pendokumentasian ini menjadi bentuk pertanggungjawaban atas mandat pembangunan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Dody.
Ia menjelaskan, buku tersebut menjadi dokumentasi sekaligus refleksi perjalanan pembangunan infrastruktur pada fase awal pemerintahan Kabinet Merah Putih. Buku itu merekam berbagai kebijakan, program, dan langkah nyata pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Buku ini sebagai dokumentasi sekaligus refleksi atas perjalanan pembangunan infrastruktur pada fase awal pemerintahan Kabinet Merah Putih. Buku ini berupaya merekam bagaimana arah pembangunan nasional diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan, program, dan tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Chandra saat peluncuran buku “Menjawab Mandat: Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU, Catatan Perjalanan 500 Hari Sigap Membangun Negeri untuk Rakyat” di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat 19 Juni 2026.
Menurut Chandra, perspektif 500 hari dipilih karena pembangunan berlangsung setiap hari dan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan, mandat pembangunan tidak hanya diukur dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi juga dari capaian yang dirasakan rakyat setiap hari.
“Karena pembangunan sesungguhnya berlangsung setiap hari, dan setiap hari terdapat kebutuhan masyarakat yang harus dijawab. Setiap hari terdapat mandat pembangunan yang harus dijalankan, setiap hari pula negara dituntut untuk terus menghadirkan manfaat bagi rakyat,” ujarnya.
Chandra menegaskan pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur yang tampak secara fisik. Menurutnya, setiap jalan, bendungan, sekolah, hingga layanan dasar memiliki dampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Dalam buku ini dihadirkan berbagai pesan pembangunan yang menjadi refleksi atas perjalanan tersebut. Pesan utamanya sederhana, yang terlihat adalah infrastrukturnya, tetapi yang sesungguhnya dibangun adalah masa depannya,” kata Chandra.
Ia menambahkan, buku tersebut disusun dalam empat dimensi utama pembangunan, yakni fondasi pembangunan nasional, prioritas pembangunan melalui instruksi presiden, negara hadir bersama masyarakat, serta ketahanan masa depan nasional.
Menurutnya, seluruh dimensi tersebut bermuara pada satu tujuan yang sama, yakni memastikan pembangunan infrastruktur mampu memperkuat ketahanan bangsa, memperluas kesejahteraan rakyat, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....