Cegah Karhutla, KLH Genjot Sekat Kanal di Riau

  • 19 Jun 2026 09:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Lingkungan Hidup mempercepat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau di Provinsi Riau
  • Pemerintah juga menerapkan pemantauan muka air tanahserta praktik water sharing guna menjaga kelembapan gambut selama kemarau

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup mempercepat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau di Riau. Salah satu langkah yang digenjot adalah pembangunan sekat kanal untuk menjaga lahan gambut tetap basah.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, memimpin langsung penguatan kolaborasi di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Salah satunya di kawasan Sungai Kampar–Sungai Gaung.

Kawasan ini menjadi salah satu prioritas nasional dalam pengendalian karhutla. Di karekan memiliki bentang lahan gambut yang luas dan rentan terbakar saat musim kemarau.

Dalam kunjungannya ke Pulau Mendol dan Desa Pulau Muda, Jumhur menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan. Serta juga mengajak pemerintah daerah, kepolisian, pelaku usaha, hingga masyarakat setempat untuk memperkuat tata kelola air kawasan gambut.

“Menjaga tinggi muka air gambut melalui pembangunan sekat kanal menjadi strategi utama untuk meminimalkan risiko kebakaran. Ini menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti yang kita lakukan di sini adalah membangun sekat-sekat kanal,” kata Jumhur lewat keterangannya, Jumat, 18 Juni 2026.

Pihaknya membuat semacam bendungan dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah ke sekitar kawasan tersebut. KLH mencatat, dari total 13,36 juta hektare lahan gambut di Indonesia, sekitar 3,31 juta hektare di antaranya telah mengalami kerusakan.

Di sisi lain, kebutuhan sekat kanal di tujuh provinsi rawan karhutla mencapai 538.568 unit. Namun, hingga kini baru tersedia sekitar 45.430 unit yang mengamankan sekitar 269.284 kilometer kanal.

Untuk menutup kesenjangan tersebut, KLH/BPLH mempercepat pembangunan infrastruktur hidrologi sekaligus memperkuat Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Dengan berbasis pendekatan 3R, yakni rewetting, revegetasi, dan revitalisasi ekonomi di 2.354 desa.

Pemerintah juga menerapkan pemantauan muka air tanahserta praktik water sharing guna menjaga kelembapan gambut selama kemarau. Upaya ini turut mendapat dukungan dari sektor swasta.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menegaskan pihaknya siap mendukung kebutuhan di lapangan. Mulai dari pembangunan sekat kanal hingga penyediaan peralatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan.

“Kami sependapat, bahwa upaya pencegahan merupakan kunci utama dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemda, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Suhendra.

Dukungan serupa datang dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Teluk Meranti. Perwakilan MPA, Marlizar, mengatakan masyarakat terus melakukan patroli rutin untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....