BGN Siapkan Klasterisasi Dapur MBG, Daerah 3T Jadi Prioritas
- 18 Jun 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN menyiapkan skema klasterisasi dapur MBG untuk menyesuaikan pengelolaan dan kebutuhan operasional berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.
- Sistem insentif saat ini dinilai kurang proporsional karena seluruh dapur menerima insentif yang sama, meskipun jumlah penerima manfaat berbeda-beda.
- Klasterisasi diharapkan membuat alokasi anggaran lebih efisien dan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat serta kondisi daerah, termasuk wilayah 3T.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional menyiapkan skema klasterisasi dapur MBG. Kebijakan itu disusun menyesuaikan kondisi setiap wilayah.
Selama ini seluruh dapur menerima insentif dengan nominal yang sama. Padahal jumlah penerima manfaat di setiap daerah berbeda.
“Salah satu opsi yang akan diambil memang klasterisasi dapur. Itu sedang kami eksersai,” kata Agustina Arumsari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, pada Konferensi Pers terkait Libur Sekolah – Libur MBG di Gedung Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, kebutuhan dapur di wilayah 3T berbeda dengan daerah perkotaan. Karena itu standar operasional akan disesuaikan.
“Nanti tentu akan berbeda dengan yang di Jawa. Sisi dapurnya dan pengelolaannya juga berbeda,” ujarnya.
BGN menilai sistem saat ini belum mencerminkan kebutuhan lapangan. Jumlah penerima manfaat menjadi faktor utama dalam penyesuaian.
“Sekarang semua sama rata enam juta per hari. Padahal penerima manfaatnya berbeda-beda,” kata Agustina.
Melalui klasterisasi, alokasi anggaran diharapkan menjadi lebih proporsional. Kebijakan juga mendukung efisiensi program secara nasional.
“Penerima manfaatnya harus dipastikan dulu jumlahnya. Itulah pentingnya penyusunan kembali dapur,” ujarnya.
BGN masih menyusun formula terbaik sebelum kebijakan diterapkan. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik setiap daerah. (Agnes Claudia Ohoira).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....