Kemendikdasmen Integrasikan Pendidikan Berkelanjutan di Pembelajaran
- 18 Jun 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong implementasi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD) di sekolah
- Ini sebagai upaya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.
- Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong implementasi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD) di sekolah. Ini sebagai upaya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Tetapi juga membangun kesadaran, karakter, dan kemampuan peserta didik untuk berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
"Tantangan seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, hingga persoalan sosial yang semakin kompleks menuntut pendidikan yang mampu membekali generasi muda. Ini dengan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan bertindak demi masa depan yang berkelanjutan," kata Toni, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, ESD di Indonesia tidak diterapkan sebagai mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembelajaran. Melalui pendekatan yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Salah satu praktik baik penerapan ESD dilakukan di Kabupaten Wakatobi. Daerah tersebut memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, termasuk Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Nasional Wakatobi, sebagai sumber pembelajaran bagi peserta didik.
Bupati Wakatobi Haliana mengatakan peluncuran Paket Pembelajaran Wakatobiku menjadi langkah penting. Ini untuk menanamkan nilai-nilai konservasi kepada generasi muda sejak usia dini.
Paket pembelajaran tersebut dikembangkan melalui berbagai media interaktif, mulai dari buku cerita, permainan edukatif. Hingga video animasi yang mengangkat kekayaan ekosistem terumbu karang, mangrove, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Semangat pendidikan berkelanjutan juga diterapkan di sejumlah sekolah. Guru SDN Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, Nining, menjelaskan sekolahnya menjalankan berbagai program kepedulian lingkungan. Mulai dari pemilahan sampah berdasarkan jenis, pengolahan sampah menjadi pupuk, ecoenzim dan maggot, hingga pembentukan kader peduli lingkungan serta pendirian bank sampah sekolah.
Menurutnya, program seperti Adiwiyata tidak semata bertujuan meraih penghargaan, tetapi membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan terdekat peserta didik. "Anak-anak menjadi terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya, lebih bijak menggunakan air dan listrik, serta memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap lingkungan," ujar Nining.
Ia menambahkan, berbagai program tersebut turut memberikan dampak positif di lingkungan sekolah. Antara lain berkurangnya volume sampah serta penggunaan air dan listrik yang lebih efisien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....