DEN: Bioenergi dapat Perkuat Ketahanan Energi Nasional Indonesia
- 18 Jun 2026 20:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Percepatan pemanfaatan bioenergi menjadi langkah penting mengurangi ketergantungan impor bahan bakar serta meningkatkan kemandirian nasional.
- Ketahanan energi dan swasembada energi dapat diperkuat melalui biodiesel dan bioetanol yang diproduksi dari sumber daya domestik,
- Sektor transportasi sangat krusial sehingga pasokan energinya harus terjamin dan diamankan untuk mendukung aktivitas masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Saleh Abdurrahman, memaparkan tujuan utama kebijakan B50 dan E20 bagi ketahanan energi nasional. Menurutnya, percepatan pemanfaatan bioenergi menjadi langkah penting mengurangi ketergantungan impor bahan bakar serta meningkatkan kemandirian nasional.
“Ketahanan energi dan swasembada energi dapat diperkuat melalui biodiesel dan bioetanol yang diproduksi dari sumber daya domestik,” tutur Saleh Abdurrahman dalam perbincangan bersama PRO3 RRI.
Saleh menegaskan sektor transportasi menjadi prioritas karena menyerap sebagian besar bahan bakar minyak nasional saat ini. Menurut pandangannya, pengurangan impor energi harus dimulai dari sektor transportasi karena kebutuhan bahan bakarnya sangat besar.
“Sektor transportasi sangat krusial sehingga pasokan energinya harus terjamin dan diamankan untuk mendukung aktivitas masyarakat,” paparnya.
Dirinya mengemukakan pemerintah telah menghitung kebutuhan biodiesel dalam implementasi program B50 yang segera diberlakukan nasional. Ia menilai produsen dalam negeri mampu memenuhi peningkatan kebutuhan biodiesel setelah berbagai koordinasi dilakukan bersama pemangku kepentingan.
“Kebutuhan biodiesel diperkirakan meningkat menjadi sekitar dua puluh juta kiloliter dan diyakini masih dapat dipenuhi,” ujarnya.
Saleh menambahkan pengembangan bioetanol memerlukan dukungan regulasi yang konsisten agar investasi dan produksi berkembang optimal. Menurut penilaiannya, penyederhanaan cukai serta penyesuaian harga indeks pasar diperlukan guna menciptakan iklim usaha sehat.
Ia menilai kepastian kebijakan akan memberikan sinyal positif bagi produsen eksisting, investor baru, serta revitalisasi pabrik bioetanol.
Dia turut menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara ketahanan energi, kebutuhan pangan, dan kelestarian lingkungan berkelanjutan. Ia mengingatkan peningkatan produktivitas sawit lebih diutamakan dibanding pembukaan lahan baru agar dampak lingkungan tetap terkendali.
Selain itu, pengembangan bioetanol berbasis bahan nonpangan diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....