Menhut Peringatkan Pembakar Lahan: Polisi dan Kejaksaan Akan Bertindak Tegas

  • 18 Jun 2026 14:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • pemerintah tidak akan mentoleransi cara-cara instan yang justru memperparah risiko karhutla
  • Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha tidak lagi menggunakan praktik pembakaran dalam membuka lahan. Pasalnya saat ini sedang meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.

Menurut Raja Juli, pemerintah tidak akan mentoleransi cara-cara instan yang justru memperparah risiko karhutla. Yang mana saat ini Indonesia mulai memasuki periode El Nino.

“Kepada seluruh stakeholder, termasuk masyarakat dan swasta yang terbiasa menggunakan cara-cara murah dan singkat . Yakni untuk melakukan land clearing misalnya dengan membakar hutan,” kata Raja Juli di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia mengingatkan bahwa kepolisian dan kejaksaan akan melakukan tindakan-tindakan tegas dan keras untuk hal ini. Ia mengatakan kondisi tahun ini perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan pembaruan informasi dari BMKG, fenomena El Nino diperkirakan menguat lebih cepat dibandingkan prediksi sebelumnya. Jika sebulan lalu El Nino diproyeksikan berada pada level rendah hingga moderat dengan puncak pada tahun depan.

Kini BMKG memperkirakan intensitasnya sudah memasuki fase kuat mulai Juli mendatang. Di sisi lain, data Kementerian Kehutanan mencatat luas lahan terbakar hingga Mei 2026 telah mencapai 81.000 hektare.

“Ini angka yang tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Ancamannya akan semakin besar ketika nanti pada bulan Juli sampai bulan Oktober,” katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pembangunan sekat kanal. Hingga penguatan operasi lapangan yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta partisipasi masyarakat dan media.

Raja Juli optimistis ancaman karhutla dapat ditekan apabila seluruh pihak menjalankan perannya masing-masing. “Insya Allah kalau semua stakeholder masih bisa bekerja dengan baik, kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini,” katanya.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Karena itu, operasi darat dan operasi udara perlu dipadukan secara optimal untuk mengantisipasi kondisi cuaca.

“Berdasarkan perhitungan dan perkiraan BMKG, El Nino mulai berjalan sejak minggu ketiga bulan ini. Ini memerlukan kesiapan yang lebih kuat dan kerja keras bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....