Gus Ipul Pastikan Bansos Tetap Utuh meski Ada Efisiensi Anggaran

  • 18 Jun 2026 09:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, memastikan efisiensi anggaran tidak mengurangi bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi bantuan sosial (bansos) yang diterima masyarakat. Menurut Gus Ipul, panggilan akrabnya, efisiensi hanya dilakukan pada kegiatan operasional yang dapat ditunda pelaksanaannya.

Mensos mengatakan seluruh bansos bagi penerima manfaat tetap disalurkan sesuai ketentuan pemerintah. Bahkan, program tersebut tetap menjadi prioritas utama Kementerian Sosial (Kemensos) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Yang berkaitan dengan bantuan sosial untuk para penerima manfaat tidak ada pengurangan sama sekali,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026. “Bahkan kalau belajar dari tahun, lalu ada penambahan dari hasil efisiensi yang dilakukan.”

Gus Ipul menambahkan efisiensi dilakukan secara selektif pada kegiatan operasional yang tidak berdampak langsung terhadap masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar program perlindungan sosial tetap berjalan secara optimal.

"Yang sifatnya bansos insyaallah tidak ada yang dikurangi,” ucapnya menegaskan. Karena itu, Kemensos berupaya memilih dan memilah yang terkait dengan operasional dan bisa ditunda pelaksanaannya untuk dilakukan efisiensi.

Di antaranya pelatihan bagi pendamping sosial dan sejumlah rapat koordinasi. Sedangkanprogram yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan sesuai rencana.

Penyaluran bantuan sosial pada 2026 dilakukan dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penetapan penerima manfaat. Pemerintah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak.

Menurut Mensos, realisasi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai 94 persen atau menjangkau 9,4 juta keluarga penerima manfaat. Sedangkan nilai bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp7,13 triliun.

Sementara itu, penyaluran bantuan sembako telah mencapai 87 persen atau sekitar 15,9 juta keluarga penerima manfaat. Nilai bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp9,54 triliun.

Selain dua program utama tersebut, bantuan jaminan hidup telah diberikan kepada 273.911 jiwa dengan anggaran Rp225,20 miliar. Kemensos juga menyalurkan bantuan penguatan sosial ekonomi kepada 75.065 kepala keluarga dengan nilai Rp37,33 miliar.

Gus Ipul menegaskan efisiensi anggaran dilakukan secara terukur agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Karena itu, bansos tetap menjadi instrumen utama pemerintah dalam melindungi kelompok rentan dan masyarakat miskin.

“Kami pastikan Kementerian Sosial akan terus menjaga kualitas layanan perlindungan sosial,” katanya. Sehingga bantuan dapat disalurkan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....