Proyek Panas Bumi Pertamina Dinilai Berpeluang Tarik Pendanaan Global

  • 17 Jun 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Minat investor global terhadap energi bersih membuka peluang lebih besar bagi proyek panas bumi Indonesia memperoleh pendanaan jangka panjang.
  • Pengamat pasar modal Dipo Satria Ramli menilai proyek panas bumi berprospek jelas memiliki daya tarik tinggi investor global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Minat investor global terhadap energi bersih membuka peluang lebih besar bagi proyek panas bumi Indonesia memperoleh pendanaan jangka panjang. Pengamat pasar modal Dipo Satria Ramli menilai proyek panas bumi berprospek jelas memiliki daya tarik tinggi investor global.

“Memang ada beberapa tipe investor niche tertentu yang hanya fokus pada clean energy. Jadi, proyek-proyek panas bumi dengan prospek yang jelas akan sangat menarik bagi mereka,” kata Dipo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menilai PT Pertamina Geothermal Energy Tbk berada pada posisi yang menguntungkan berkat portofolio proyek panas bumi yang matang. Menurut Dipo, kesiapan proyek menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal jangka panjang.

“Tiga proyek panas bumi PGE telah masuk Green Book 2026 Bappenas dan berpotensi memperoleh dukungan pendanaan internasional. Proyek itu meliputi PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4, serta PLTP Lahendong Unit 7–8,” katanya.

Menurutnya, proyek dengan kepastian offtaker, dukungan infrastruktur memadai, dan peta jalan jelas dinilai lebih mudah memperoleh pembiayaan. Selain itu, bisnis panas bumi Indonesia menarik karena pendapatan penjualan listrik kepada PLN menggunakan denominasi dolar AS.

“Pembayaran revenue dari PLN untuk geothermal dilakukan dalam mata uang dolar AS. Jadi walaupun rupiah mengalami pelemahan, tetap menarik karena tidak ada currency risk atau risiko nilai tukar yang signifikan,” ujarnya.

Dipo menambahkan kebutuhan investasi untuk mendukung transisi energi global akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi proyek energi hijau yang memiliki prospek bisnis kuat.

“Transisi energi membutuhkan investasi yang besar dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, panas bumi Indonesia memiliki peluang yang sangat baik untuk menjadi magnet pendanaan global,” katanya.

Sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam menarik investasi hijau. Pengembangan panas bumi menjadi prioritas dalam RUPTL PLN 2025–2034 guna meningkatkan kapasitas EBT dan ketahanan energi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....