Masyarakat Beri Masukan untuk Penguatan Program Magang Nasional
- 17 Jun 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Masyarakat mengapresiasi pelaksanaan Program Magang Nasional yang berjalan sejak 2025.
- Program Magang Nasional perlu didukung untuk pembenahan pendidikan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat mengapresiasi pelaksanaan Program Magang Nasional yang berjalan sejak 2025. Program ini dinilai membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja.
Soan, warga Samarinda, menilai program tersebut perlu didukung pembenahan pendidikan. Menurutnya, kurikulum harus menyesuaikan kebutuhan dunia industri.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah penting. Hal itu dapat memperbesar peluang lulusan terserap pasar kerja.
"Lulusan baru bisa terserap industri karena keterampilannya sesuai kebutuhan. Hal serupa juga perlu diterapkan pada pendidikan vokasi dan SMK," kata Soan dalam dialog Pro3 RRI, Rabu, 17 Juni 2026.
Soan juga meminta proses seleksi peserta dilakukan secara transparan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengawasi pelaksanaan program secara terbuka.
Ia berharap, peserta magang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri. Pemerintah dinilai perlu memfasilitasi jalur penempatan tersebut.
Selain itu, Soan mengingatkan potensi penyalahgunaan program oleh pihak tertentu. Menurutnya, peserta jangan sampai menjadi tenaga kerja murah berkedok magang.
Sementara itu, Haryanto dari Kutai Barat mendukung keberlanjutan program tersebut. Ia berharap program mampu membuka akses kerja bagi lulusan baru.
"Peserta yang belum direkrut perusahaan dapat membuka usaha sendiri. Pengalaman magang bisa menjadi modal mencari peluang ekonomi baru," ujar Haryanto.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk program tahun 2026. Sebanyak 150 ribu kuota disediakan bagi lulusan sarjana dan diploma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....