Ini Penjelasan Pertamina terkait Perbedaan Harga Pertamax-Pertalite
- 16 Jun 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax dan BBM bersubsidi Pertalite yang tercantum pada struk pembelian pelanggan.
- Pertalite merupakan jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapatkan subsidi pemerintah.
- Roberth menegaskan angka harga keekonomian yang tercantum dalam struk hanya menggambarkan nilai ekonomi BBM apabila dihitung berdasarkan harga pasar dan biaya penyediaan energi.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax dan BBM bersubsidi Pertalite yang tercantum pada struk pembelian pelanggan. Penjelasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai angka Rp18.040 per liter pada struk Pertalite yang disebut-sebut sebagai harga keekonomian BBM.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan informasi tersebut perlu diluruskan. Agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Menanggapi informasi yang beredar terkait angka Rp18.040 per liter di struk pembelian Pertalite yang disebut sebagai harga keekonomian BBM, Pertamina Patra Niaga menyampaikan penjelasan. Agar masyarakat memperoleh informasi utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” kata Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 16 Juni 2026.
Menurut Roberth, kebijakan subsidi BBM sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah. Pertamina Patra Niaga hanya menjalankan tugas sebagai operator yang menyalurkan BBM bersubsidi sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan bahwa Pertalite merupakan jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang mendapatkan subsidi pemerintah. Guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Roberth menegaskan angka harga keekonomian yang tercantum dalam struk hanya menggambarkan nilai ekonomi BBM apabila dihitung berdasarkan harga pasar dan biaya penyediaan energi. Namun, konsumen tetap membeli Pertalite sesuai harga yang ditetapkan pemerintah karena adanya subsidi.
Program subsidi BBM, lanjutnya, memiliki tujuan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi. Khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....