Bappenas: Pembangunan Berkelanjutan Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

  • 15 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyelesaian tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling mendukung
  • Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy
  • Menurutnya, upaya menghadapi tantangan iklim perlu dilakukan melalui penguatan sektor kelautan dan pesisir, pembangunan infrastruktur perlindungan pantai, penerapan nature-based solution

RRI.CO.ID, Semarang - Penyelesaian tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling mendukung. Hal itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Menurutnya, upaya menghadapi tantangan iklim perlu dilakukan melalui penguatan sektor kelautan dan pesisir, pembangunan infrastruktur perlindungan pantai, penerapan nature-based solution. Serta tata ruang yang berbasis mitigasi risiko bencana.

Selain itu, pada sektor sumber daya air diperlukan peningkatan efisiensi teknologi, konservasi air, dan penerapan prinsip water accounting. Sementara di sektor pertanian, pengembangan smart agriculture perlu terus diperkuat.

"Berbagai tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi yang terintegrasi agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan," kata Rachmat, Senin, 15 Juni 2026.

Ia juga menekankan prinsip utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni no one left behind atau tidak ada pihak yang tertinggal dalam proses pembangunan. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia disebut telah menyelesaikan 153 dari 244 indikator SDGs atau setara 62,7 persen dari target yang dievaluasi.

Capaian tersebut didukung oleh integrasi agenda SDGs ke dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan nasional. Termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Rachmat menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. "Universitas harus memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan, inovasi yang lahir dari kampus harus mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian PPN/Bappenas dan Universitas Negeri Semarang menandatangani nota kesepahaman. Terkait kolaborasi perencanaan pembangunan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rachmat juga menerima Anugerah Konservasi UNNES 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mengawal implementasi SDGs dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama bagi generasi mendatang.

"Mari kita wariskan hutan yang tetap hijau, sungai yang tetap jernih, udara yang bersih. Dan bumi yang lestari untuk anak cucu kita," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....