Desa Les Bali Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan

  • 15 Jun 2026 09:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Desa Les Bali Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan
  • keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
  • program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada 2024, Desa Les mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

RRI.CO.ID, Jakarta - Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Pengembangan tersebut memadukan pemberdayaan ekonomi warga dengan pelestarian lingkungan serta budaya lokal yang tetap terjaga.

Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada 2024, Desa Les mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Potensi terdiri dari kawasan pesisir, pertanian, hingga wisata alam berbasis masyarakat dan telah menjangkau lebih dari 800 warga.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pembangunan desa perlu dilakukan secara seimbang antara pertumbuhan ekonomi. Serta, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya masyarakat.

"Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, dan identitas budaya yang dimiliki masyarakat," ujar Boy dalam keterangannya, Senin 15 Juni 2026.

Desa Les memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari perbukitan, lahan pertanian, hingga kawasan pesisir. Lahan tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor perikanan dan produksi garam tradisional.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai aktivitas wisata, seperti wisata pantai, air terjun, hingga kegiatan berbasis komunitas. Dalam bidang kesehatan, masyarakat bersama kader kesehatan menjalankan sejumlah program untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.

Termasuk layanan Posyandu, edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk. Sementara di sektor pendidikan, program difokuskan pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan bahasa Inggris dan pembekalan kepariwisataan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya pemandu wisata lokal yang mampu melayani wisatawan mancanegara. Selain itu, pelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan desa.

Warga terlibat dalam kegiatan konservasi dan transplantasi terumbu karang. Serta, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta produksi pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga.

Melalui program pengelolaan sampah, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kebun dan dipasarkan untuk menambah nilai ekonomi masyarakat.

Di sektor usaha, masyarakat Desa Les tetap mempertahankan tradisi pembuatan garam secara turun-temurun. Produksi garam tradisional tersebut menjadi salah satu produk unggulan desa yang dipasarkan melalui BUMDes Giri Segara.

Pengembangan potensi lokal tersebut turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program DSA mencatat peningkatan pendapatan warga hingga 25 persen, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperluas pasar produk-produk lokal.

Atas berbagai upaya pengembangan desa tersebut. Desa Les meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.

Penghargaan itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan desa wisata yang mengedepankan keseimbangan. Tentunya, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....