Tanggapi Aksi Mahasiswa, Qodari Jelaskan Penyebab Kenaikan BBM Nonsubsidi

  • 13 Jun 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Qodari menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi kondisi global dan tingginya ketergantungan impor energi
  • Pemerintah menyiapkan berbagai strategi ketahanan energi, termasuk pengembangan biodiesel B50 dan etanol E20
  • Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap dipertahankan dan tidak mengalami kenaikan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari menegaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak terlepas dari dinamika global. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi aksi penyampaian pendapat mahasiswa terkait kenaikan harga BBM pada Jum'at, 12 Juni 2026.

Menurut Qodari, Indonesia masih menghadapi tantangan besar di sektor energi karena produksi minyak dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.

"Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar. Karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan," kata Qodari dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto sejak awal telah menempatkan kemandirian energi sebagai salah satu agenda utama pemerintah. Berbagai strategi disiapkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi struktural yang dijalankan pemerintah. Upaya itu juga sejalan dengan target mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

“Bangsa ini harus mandiri, bangsa ini harus maju, lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua (usaha) Pak Prabowo," ujarnya.

Ia mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan melalui peningkatan produksi beras dan pupuk. Namun, menurutnya, tantangan di sektor energi jauh lebih kompleks karena tingginya kebergantungan terhadap impor minyak.

"Soal energi pasti lebih sulit, karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter, tapi kita cuma bisa produksi 600 ribu," kata Qodari.

Untuk mengurangi kebergantungan, Qodari menjelaskan pemerintah saat ini mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik. Salah satunya melalui program biodiesel B50 untuk solar dan pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin.

Ia juga menambahkan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dunia. Konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, disebut turut memengaruhi harga minyak global.

Meski demikian, Qodari memastikan harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan pemerintah. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap harga Pertalite yang tidak mengalami kenaikan.

"Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar, yang disubsidi kan nggak naik, tetap," ucap Kabakom tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....